![Tas ringan yang multiguna dengan kantung-kantung praktis buatan Kipling. [Pembaruan/Alex Suban]](01kipli1.gif)
akarta makin ramai dengan kegiatan mode dan kecantikan. Di Pondok Indah Mal 2, Jakarta Selatan misalnya, beberapa waktu lalu hadir Kipling terbaru. Bagi penggemar kisah-kisah petualangan "tempo doeloe", nama Kipling memang tidak asing lagi. Dia adalah pengarang besar yang antara lain menghasilkan buku bestseller The Jungle Book. Tapi Kipling yang hadir di Jakarta, bukan berupa buku. Namun merupakan merek terkenal untuk produk-produk tas.
Ya, tas-tas Kipling memang terinspirasi dari nama besar pengarang itu. Awalnya pun, tas Kipling lebih banyak merupakan backpack bagi para petualang. Namun dalam kurun waktu 20 tahun, merek tas yang terinspirasi dari nama Kipling itu telah menjadi bagian dari perkembangan mode dunia.
Kipling saat ini sudah bukan lagi backpack bagi para petualang, tetapi telah menjadi bagian dari gaya fashion para selebritis. Sebutlah aktor Tom Cruise atau pesepakbola David Beckham menggunakan tas yang diproduksi di Belgia itu. Demikian juga dengan Marshanda dan Bertrand Antolin. Kedua artis muda Indonesia ini juga ternyata penggila Kipling.
"Pada dasarnya saya suka sesuatu yang lucu, unik, dan tidak biasa. Aku selalu ingin sesuatu yang lain dari pada yang lain. Dan sejak kecil aku menggunakan tas Kipling, waktu itu dibawakan orangtua saat pulang dari luar negeri karena saat itu masih jarang tas Kipling ada di sini," ungkap Marshanda saat terpilih bersama Bertrand Antolin sebagai spoke person Kipling di Indonesia, pekan lalu.
Sedang Bertrand, aktor kelahiran Palembang ini mengaku cinta pada Kipling bukan karena tasnya tapi karena ikonnya berupa monyet. "Jadi karena cinta sama monyet jadi keterusan sama Kipling," akunya.
Kini mereka tidak harus mencari tas ini ke luar negeri karena dua pusat perbelanjaan ternama di Jakarta telah memiliki galeri untuk koleksi Kipling. Bahkan kini telah hadir pula koleksi terbaru, Spring and Summer 2007. Pada koleksi ini tersedia tiga warna yang eye-catching yakni stylish black ink, flashy foxy fuchsia, dan gold power. Lebih mengkilap dari model klasik Kipling. Selain itu, modelnya tidak lagi tas kotak yang kaku. Material yang lembut dipadukan dengan detail yang menarik. Meski demikian, ciri utama sebagai tas serba guna yang kuat dan tahan lama tetap dipertahankan. Fashionable sekaligus fungsional.
![Tas Kipling untuk berpergian yang bisa memuat banyak barang sekaligus. [Pembaruan/Alex Suban]](01kiplin.gif)
Gaun Pengantin
Sementara itu, sebuah pameran tunggal gaun pengantin juga digelar di Gedung Arsip Nasional, Jakarta Pusat, pertengahan Maret 2007. Acara bertema Victorian Fame:
A glamorous garden wedding & digital photo exhibition itu digelar oleh Cucu Foto Bridal Salon. Tidak kurang dari 40 busana pengantin diperagakan dalam suasana meriah, yang juga menampilkan bintang tamu, penyanyi Dewi Sandra.
Pameran juga dimeriahkan dengan demonstrasi make-up pengantin tradisional serta perawatan bagi calon pengantin dari salon Martha Tilaar. Acara itu didukung oleh 13 katering dan 60 peserta, sehingga seluruh gedung terpakai sampai ke taman belakang.
Menurut penyelenggara acara itu, Yanti yang didampingi puteranya Philip, seorang fotografer lulusan Amerika Serikat, tema Victorian Fame diangkat dari keindahan gaun pengantin yang dipadukan dengan nuansa pesta taman yang meriah. Tema mengikuti tren mode romantis akhir abad ke-18 di Inggris.
Gaun-gaun yang ditampilkan didominasi dengan detail ruffles (kerut-kerut) dan penggunaan renda, lace, serta sulaman dihias dengan kristal swarovsky yang ditata dengan estetis. Busana pengantinnya ditampilkan dengan gaya A-line, ketat, maupun ballgown, dengan cutting asimetris maupun simetris. Bahan-bahan yang dipakai adalah bahan satin, sutera, French Lace atau French Tulle, dihias dengan payet-payet dan kristal.
Sementara foto-foto yang ditampilkan Philip, menggabungkan kreasi foto digital, baik yang dipotret di dalam studio maupun di luar ruangan. Di dalam studio banyak digunakan set background dengan tema unik seperti di zaman Victoria dengan baju gaun-gaun indah ditambah dengan bangku dan cermin besar. Lalu foto di luar ruangan, menampilkan foto pre-wedding outdoor dengan teknologi foto infra merah di berbagai lokasi dalam negeri maupun di luar negeri, seperti di London, Beijing, Seoul, Singapura dan Bali.

Gaun panjang yang indah ini adalah salah satu busana yang ditampilkan dalam pagelaran Fashion Nation di Senayan City, akhir pekan lalu. [Pembaruan/Berthold DHS]
Pusat Perbelanjaan
Kegiatan mode dan kecantikan juga digelar di sejumlah pusat perbelanjaan. Di Senayan City, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari pembukaan perhelatan Fashion Nation yang digelar selama tiga bulan, enam perancang busana Indonesia menggelar kreasi mereka, akhir pekan lalu.
Didi Budiardjo, Denny Wirawan, Tri Handoko, Liliana Lim, Rusly Tjohnardi, dan Stephanus Hamy, menggelar rancangan-rancangan mereka yang merupakan bagian dari tren 2007 dari Ikatan Perancang Mode Indonesia. Seperti dikatakan Marketing Director Senayan City, Very Y Setiady, "Kami sengaja menghadirkan hasil desain para perancang ternama Indonesia pada pembukaan Fashion Nation, sebab kami ingin menunjukkan bahwa kualitas karya anak bangsa tak kalah dengan produk-produk luar negeri."
Memang, dalam Fashion Nation itu, akan digelar fashion show dan demonstrasi kecantikan setiap minggunya dari sejumlah produk ternama dari mancanegara. Sebut saja nama-nama Jade Boutique, EXR, Calvin Klein, Versace, GAP, Banana Republic, BEBE, Evita Peroni, Promod, Ted Baker, dan lainnya. Termasuk pula produk dari salah satu desainer terkemuka Indonesia Biyan, lewat Studio 133 milik perancang busana itu.
Sementara itu, sebuah pusat perbelanjaan baru yang sebentar lagi akan menambah jumlah pusat perbelanjaan di Jakarta, juga telah menyiapkan diri. Grand Indonesia, kompleks perkantoran, apartemen, hotel, dan pusat perbelanjaan yang kini sedang memasuki finishing touch sebelum dibuka untuk umum, telah menjalin kerja sama dengan brand fashion terkenal asal Prancis, Chanel.
"Chanel sangat optimistis memasuki pasar Indonesia dengan menggandeng mitra terpercaya seperti Time International," demikian dikatakan Managing Director Chanel Southeast Asia, Sung In Cho, sambil menambahkan, "Potensi pasar Chanel untuk terus berkembang di Indonesia tidak diragukan lagi, bila dilihat dari jumlah konsumen Indonesia yang terus meningkat."
Di luar itu, masih banyak lagi kegiatan mode dan kecantikan yang diadakan akhir-akhir ini. Produk perawatan rambut Sunsilk misalnya, beberapa waktu lalu meluncurkan inovasi terbarunya lewat produk Sunsilk Colour Shine System. Ini merupakan produk perawatan untuk rambut yang diwarnai.
"Sebagai brand yang mengerti kebutuhan perawatan rambut perempuan di Indonesia, kami ingin memberi solusi untuk rambut (yang) diwarnai, agar tetap sehat, tidak pecah-pecah atau kering, dan kilau warnanya pun cukup terjaga," demikian dijelaskan Brand Manager Sunsilk, Putri Paramita, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Selain produk itu, Biotherm yang merupakan produk perawatan kulit wajah dari Prancis, juga menghadirkan produk terbaru, White Detox Bio-A(2). Ini merupakan rangkaian perawatan untuk membuat kulit, terutama kulit wajah, menjadi bebas noda dan bercahaya.
Suatu produk yang saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (27/3) dijelaskan dapat membantu masalah kulit wajah perempuan di daerah tropis seperti Indonesia, yang setiap hari terpapar sinar matahari sepanjang tahun. Paparan sinar matahari itu, ditambah kondisi lingkungan yang penuh polusi, menyebabkan kulit menjadi rentan berbagai masalah, terutama noda-noda hitam yang muncul akibat iritasi, sinar UV, faktor genetik, dan polusi. Pemakaian White Detox Bio-A(2) yang teratur, dapat mengatasi noda-noda hitam itu.
Begitulah, sebagian kegiatan mode dan kecantikan yang berlangsung di Jakarta dalam sepekan ini. Masih banyak lagi kegiatan serupa yang sudah dan akan berlangsung. Semuanya menunjukkan bahwa mode dan kecantikan memang sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Jakarta. [VI/W-10/B-8]