stilah hunting bukan hanya monopoli orang-orang yang senang berburu binatang atau lainnya. Istilah hunting ini juga dipakai di kalangan fotografer yang ingin mencari "buruan-nya" di alam bebas. Bukan menembak binatang tetapi membidiknya menggunakan kamera, tentunya. Bukan dengan senapan.
Hunting bagi seorang fotografer merupakan pekerjaan yang mendatangkan kenikmatan tersendiri. Bahkan tidak jarang membuat lupa sang fotografer tentang tujuan awalnya "berburu". Berikut adalah sekelumit tentang bagaimana persiapan dari hunting foto.
Objek dan Sifatnya
Sebelum pergi berburu, sang pemburu akan menentukan dulu objek apa yang akan diburu, apakah rusa, gajah, kelinci, macan dan sebagainya. Seorang fotografer juga demikian. Ia harus menentukan terlebih dahulu objek apa yang akan "diburu". Apakah pemandangan, human interest, potret dan lain-lain.
Setelah itu mempelajari sifat-sifat dari objek buruan dan di mana habitatnya. Objek foto juga harus kita ketahui dan dipelajari sifat-sifatnya, seperti lokasi, waktu dan musim yang terbaik. Apakah ada acara-acara khusus yang menunjang objek foto kita (perayaan-perayaan tertentu dan sebagainya.
Jenis Kamera
Perlengkapan berburu. Di sini harus sesuai objeknya. Untuk itu berburu macan tidak dapat menggunakan senjata kaliber kecil, berburu kelinci tidak menggunakan joran. Demikian juga kita harus menyesuaikan peralatan kita memotret sesuai dengan objek yang akan kita buru. Jika kita senang pemandangan, maka kamera juga harus disesuaikan, dalam hal ini kamera terbesar yang dapat terbeli dan kita bawa sendiri.
Jika objeknya pemandangan. Pemandangan mementingkan detil, maka kamera besar adalah ideal. Tentu saja dalam hal ini tripod tidak boleh tertinggal. Jika memotret upacara pesta Danau Toba misalnya, maka kamera 35mm adalah ideal karena kita akan berdesak-desakan dengan banyak orang. Dalam hal pemotretan orang dengan gaya portraiture, maka kamera medium format adalah ideal.
Jenis film yang kita gunakan adalah jenis yang sudah kita kenal baik segala sifatnya bila dilakukan proses "normal", "plus" atau "minus." Namun sekarang tentu lebih mudah karena sudah ada kamera digital yang dilengkapi kartu memori sebagai media penyimpan data alias pengganti film pada kamera analog.
Seringkali kita hanya membawa perlengkapan seadanya tanpa memikirkan objek apa yang akan diburu! Kriteria yang umum adalah: "untuk apa repot-repot bawa yang berat. Kenapa tidak yang ringan saja!" Maka tentu saja bisa saja hasilnya adalah burung ayam-ayaman dan tidak akan pernah mendapatkan harimau.
Hasil Buruan
Bayangkanlah hasil buruan Anda. Tidak secara detil, tetapi secara kira-kira, kita mengetahui bagaimana hasil akhir dari perburuan kita. Oleh karena itu, makin matang perencanaan, makin besar kemungkinan kita akan berhasil. Tanpa persiapan dan tanpa dapat membayangkan hasil akhir, maka kita akan banyak bergantung kepada faktor untung-untungan.
Selain itu seorang fotografer juga diharuskan banyak melihat terutama hasil karya fotografer maupun pelukis yang karyanya kita kagumi. Sering melihat ini bukan dengan tujuan untuk meniru, melainkan untuk mempelajari bagaimana sih suatu karya yang dikatakan orang baik? Dalam hal fotografi, pelajari hasil akhir dari foto yaitu komposisi, kontras, cara mencetak hingga presentasi.
Bagaimana foto itu dibingkai, apakah lurus atau miring dan tidak bergelombang. Banyak dari para fotografer tidak memperhatikan hal ini hingga banyak kita saksikan bahkan dalam pameran bergengsi adanya foto-foto yang tidak teratur dengan baik, kertas yang bergelombang, frame yang miring dan sebagainya.
Cara Melihat
Seorang fotografer juga penting untuk melihat dengan baik. Banyak orang mengatakan bahwa seorang fotografer memperhatikan dengan lebih baik daripada yang tidak memotret. Ini dapat Anda perhatikan jika dalam perjalanan dalam sebuah mobil bersama-sama dengan orang yang suka memotret dan orang yang tidak suka foto. Sepanjang perjalanan orang yang tidak suka foto akan berbicara lebih banyak daripada orang yang suka memotret yang akan lebih memperhatikan dan merekam sekelilingnya dalam pikirannya!
Jangan berhenti atau cepat puas dengan hasil buruan pertama. Datangi objek yang sama berkali-kali dan lakukan pemotretan dari arah dan situasi berbeda, niscaya Anda akan menghasilkan karya yang lebih matang dan mantap dari pada karya sebelumnya Anda.
Jual Foto
Setuju atau tidak. Hasil hunting foto Anda tadi sesungguhnya adalah aset yang berharga. Tentu saja berharga karena selain mendapat kepuasan batin saat memotret perburuan tadi, Anda pun bisa mendapatkan kepuasan materi.
Bisa mendapatkan uang dari kegiatan fotografi, apa salahnya. Ini sekaligus menjadi cita-cita dan kebanggaan tersendiri bagi fotografer, karena karyanya bukan hanya sekadar dilihat dan dinikmati tetapi juga dibeli atau disewa. Di sisi lain tak perlu dipungkiri bahwa fotografer pun butuh biaya untuk menutup ongkos kegiatan fotografi yang sekarang ini makin besar saja. Salah satu cara untuk memasarkan karya Anda itu adalah dengan menawarkannya lewat internet.
Berjualan foto lewat internet, dapat dilakukan siapa saja, baik lembaga maupun perorangan. Dengan internet pasar terbuka sangat luas. Situs Anda di Internet ibarat etalase atau toko di mana pembeli dapat mengetahui barang apa saja yang dijual di sana dan langsung memilihnya. [Rony Simanjuntak]