
low, manikur dan pedikur kini bukanlah monopoli kaum hawa. Anjing dan kucing kesayangan pun sudah lumrah untuk dirawat dengan metode tersebut. Tampil cantik kini sah-sah saja dilakukan binatang peliharaan.
Tak heran jika salon perawatan binatang pun menjamur di seluruh penjuru Jakarta. Dulu, salon-salon tersebut umumnya berlokasi di kawasan Jakarta Selatan, terutama daerah yang banyak ditinggali kaum ekspatriat seperti Pondok Indah dan Kemang. Maklum saja, merawat binatang kesayangan sangatlah penting bagi para ekspatriat. Belakangan, setelah kesadaran merawat binatang mulai tumbuh di tengah masyarakat lokal, salon-salon hewan pun menjamur dimana-mana.
Salah satunya adalah Groovy, yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Salon ini boleh dibilang sebagai salah satu pionir di bidang perawatan hewan. Berdiri sejak 1990, Groovy mengkhususkan diri pada bidang usaha pet shop, perawatan dan penitipan hewan.
Menurut Lusy, pemilik Groovy, salonnya ini sudah memiliki banyak sekali pelanggan, dari masyarakat lokal hingga ekspatriat. Beberapa di antaranya adalah para pejabat tinggi negara, pengusaha terkenal atau selebriti. Itu menjadi pertanda bahwa Groovy sudah mendapatkan reputasi tersendiri di tengah masyarakat.
"Untuk penitipan, kami memiliki lokasi sendiri di daerah Parung, Jawa Barat. Para pemilik tinggal mengantar hewan peliharaan mereka ke toko ini, nanti kami yang akan membawa hewan mereka ke sana," tuturnya.
Fasilitas penitipan hewan yang dikelola Lusy tidak main-main. Ia membagi penitipan hewan menjadi dua kategori, standar dan dengan pendingin udara. Satu kamar untuk satu binatang. Penitipan untuk anjing juga terpisah dengan penitipan untuk kucing. Di tiap-tiap penitipan, tersedia treadmill khusus di dalam ruangan untuk anjing atau jasa dogwalker yang menemani anjing untuk berjalan-jalan rutin setiap hari.
Para staf yang menangani jasa penitipan ini sudah terlatih. Para hewan pun diberikan makanan dan minuman khusus berkualitas tinggi sehingga sang pemilik tak perlu khawatir akan kondisi hewan kesayangan mereka. Biasanya, jasa penitipan ini dipilih para pemilik kala mereka harus pergi ke luar kota atau negeri, terutama di hari-hari raya seperti Natal dan Lebaran.
Selain itu, Lusy juga menyediakan jasa pengiriman hewan dari dan ke luar kota atau negeri. Jasa relokasi hewan ini sangat penting bagi para penyayang binatang yang kerap berpergian. Pasalnya, mengirimkan hewan kesayangan ke berbagai lokasi bukanlah hal yang mudah. Selain dokumen penting, dibutuhkan pula kenyamanan dan keamanan agar hewan kesayangan tidak menderita.
Tak Pelit Ilmu
Jika Groovy menyediakan perawatan dan penitipan hewan, lain lagi yang dilakukan Fancy Pet Center (FPC). Pet shop yang berlokasi di Blok M ini justru memfokuskan diri pada jual beli hewan. Dari hewan-hewan "standar" seperti kucing, kelinci dan anjing hingga yang eksotis seperti iguana, landak dan kura-kura Madagaskar.
Namun, mereka juga menyediakan jasa perawatan hewan kesayangan yang terintegrasi di dalam toko. Berbagai busana dan perlengkapan untuk mempercantik binatang kesayangan para pelanggan pun tersedia. Dari baju, bedak, sampo, hingga jubah ala selebriti kondang.
Chandra Hermanto, pemilik FPC, mengaku tak pelit membagi ilmu untuk merawat dan mendandani binatang peliharaan ala salon binatang yang dimilikinya. Maklum, ia khawatir dengan banyaknya pemilik binatang yang hanya mau membeli namun tak mau merawat.
"Banyak pembeli yang komplain karena dua minggu setelah membeli kucing, bulunya langsung rontok. Ternyata, mereka tak mau repot-repot merawat dan memandikan secara benar. Akhirnya, saya membolehkan para pembantu atau pemiliknya langsung untuk belajar memandikan binatang dengan benar. Dengan begitu, binatangnya akan bisa dirawat dengan baik kan," jelasnya beberapa waktu lalu.
Menurut Chandra, kunci berbisnis binatang adalah bukan sebagai bisnis semata. Namun harus didasari oleh hobi dan rasa sayang terhadap binatang-binatang itu. Jika hanya berdasarkan keinginan mengeruk uang, niscaya bisnis itu takkan langgeng.
"Makanya, saya enggak merasa rugi membagi ilmu merawat, memandikan dan mendandani binatang kepada pelanggan. Saya juga enggak merasa terganggu dengan konsultasi di tengah malam. Bahkan, saya sering berada di toko hingga pukul 02.00 WIB karena saya merasa nyaman di tengah-tengah binatang. Saya kan berangkat dari penyayang binatang, bukan pebisnis," katanya.
Menjamurnya jasa salon hewan ditanggapi dengan gembira oleh para penyayang binatang. Mereka mengaku, kini bisa lebih mudah dan efisien merawat sang binatang kesayangan. Tinggal dibawa ke salon bereslah sudah.
"Apalagi kini sudah banyak salon hewan yang ada di Jakarta. Dulu, untuk merawat anjing saya, saya harus membawanya ke Kemang atau Pondok Indah. Padahal rumah saya di Pluit. Jauh banget kan," tutur Dini, seorang pengusaha.
Meski senang karena tak perlu jauh-jauh merawat si Pleki, Dini juga tetap berhati-hati dalam memilih salon yang tepat. Pasalnya, ia pernah trauma kala anjing Labrador kesayangannya justru sakit setelah menjalani perawatan di sebuah salon baru.
"Mungkin alat-alatnya kurang steril atau kenapa. Yang pasti, saya jadi kapok. Kasihan kalau Dominggo (nama anjing Dini, Red) harus sakit berhari-hari. Hidup saya serasa tanpa makna melihat dia terbaring lemah di kandangnya," kata Dini.
Setelah melakukan survei kecil-kecilan, Dini sudah memilih sebuah salon di kawasan Kelapa Gading. Selain tak jauh, salon tersebut juga dirasakan cocok.
"Kalau untuk beli makanan atau perlengkapan lain, mungkin saya bisa beli di toko-toko. Tapi tidak untuk perawatan. Lebih baik yang sudah terjamin kualitasnya saja," tambahnya. [D-10]