SUARA PEMBARUAN DAILY

Modifikasi Sayap Depan Bikin F1.07 Kompetitif

BMW F1.07 [Foto: f1.com]

Pada seri pertama ajang F-1 di Australia, terlihat munculnya kekuatan tim papan tengah, BMW Sauber yang menyodok ke papan atas. Kendaraan F1.07 yang dikemudikan Nick Heidfeld tampaknya mampu merepotkan tim-tim papan atas seperti Ferrari, McLaren dan Renault. Pembalap Jerman itu bahkan mampu finis keempat. Apa sih resepnya sehingga tim yang baru berusia dua tahun itu bisa tampil mengejutkan?

Aturan engine freeze atau engine homologation pada tahun 2007 mewajibkan setiap tim peserta menggunakan basis mesin sama yang dipakai pada dua seri balapan terakhir pada 2006. Mesin tak boleh lagi dimodifikasi selama empat tahun, terhitung dari 2007 hingga 2010. Dengan kondisi itu artinya peluang pengembangan di sektor mesin, sangat kecil dilakukan. Dengan demikian yang bisa dibuat teknisi tim F-1 untuk menambah kecepatan kendaraan adalah pada sektor aerodinamika.

Sektor inilah yang digeber kepala bidang aerodinamika BMW, Willem Toet. Salah satu perangkat aerodinamika yang menjadi andalan tim ini ada di sayap depan (front wing) kendaraan. Front wing sangat vital, karena bagian depan kendaraan itulah yang pertama kali kontak dengan udara dan paling awal mendapatkan daya tekan.

Jika rata-rata tim menambah sayap depan, setelah sayap utama bagian bawah (main wing), dan di bawah sayap kedua, BMW melakukan hal yang agak berbeda. Sayap depan di F1.07 hanya dua buah. Tetapi pada sayap kedua, ada potongan melengkung di tengah yang membuatnya tampak seperti sayap tambahan. Potongan di tengah pada sayap itu ternyata menambah daya tekan (downforce) dan menjadikan kendaraan memiliki daya cengkeram (grip) yang tinggi. Hasilnya pacuan dapat melaju dengan kecepatan maksimal.

[Dari berbagai sumber/L-9]


Last modified: 29/3/07