
PM Norwegia, Jens Stoltenberg, Rabu (28/3), berdialog dengan warga di dekat perahu yang terdampar saat tsunami tahun 2004, di Banda Aceh. Jens Stoltenberg meninjau sejumlah proyek rekonstruksi yang didanai oleh Norwegia. [Foto: AP /Oki Tiba]
[BANDA ACEH] Perdana Menteri (PM) Norwegia, Jens Stoltenberg, mengaku gembira melihat perkembangan proses rekonstruksi dan rehabilitasi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pascatsunami dan mendukung terwujudnya perdamaian abadi di Tanah Rencong.
Pernyataan itu diungkapkan Jens Stoltenberg ketika berkunjung ke Aceh, Rabu (28/3), saat meninjau proyek bantuan pemerintah Norwegia ke korban tsunami Aceh, di Banda Aceh.
Bencana tsunami 26 Desember 2004 di Aceh, telah membuat masyarakat Norwegia terkejut dan turut prihatin karena banyaknya korban jiwa sehingga masyarakat di Eropa langsung memberikan bantuan kemanusiaan untuk Aceh, termasuk dukungan politik.
"Hari ini, saya sungguh takjub melihat berbagai perkembangan di Aceh. Saat tsunami, ada banyak kehancuran di sini dan sekarang telah banyak terjadi perubahan.
Pemerintah Norwegia akan terus memberi bantuan untuk masyarakat Aceh dan kami bangga melihat masyarakat Aceh begitu kuat menghadapi itu semua," sebutnya.
Untuk itu, dia berharap melalui kunjungan singkat ke Aceh dapat terbangun hubungan baik antara Norwegia dan masyarakat Aceh, khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Gubernur Provinsi NAD, Irwandi Yusuf mengatakan, kunjungan PM Norwegia ke Aceh dalam rangka melihat kemajuan proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascatsunami.
Banyak proyek rehabilitasi dan rekonstruksi tsunami di Aceh yang di- biayai Pemerintahan Norwegia. Kunjungan ini dalam rangka melihat kemajuan yang dicapai, baik dalam hal rekonstruksi dan proses perdamaian yang sedang berjalan di Aceh.
Menurut Gubernur, PM Norwegia sangat senang melihat perkembangan Aceh setelah hampir tiga tahun tsunami, termasuk perdamaian yang dirasakan masyarakat Aceh telah banyak kemajuan.
PM Norwegia dalam kunjungan ke Aceh selain melihat proyek pembangun bantuan, juga melihat objek tsunami berupa kapal nelayan yang terdampar di atap rumah penduduk di kawasan Lampulo, Kecamatan Kuta Alam dan mengunjungi proyek perumahan korban tsunami di Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.
Proyek perumahan korban tsunami tersebut didanai 15 negara donor yang tergabung dalam Multi Donor Fund, termasuk Norwegia. [147]