![Lukman Sardi [Foto: Dok Pembaruan]](25lukman.gif)
Nama Lukman Sardi terus menghiasi wajah perfilman Indonesia belakangan ini. Kalau dihitung, pada periode 2007-2008 saja ada delapan film yang dibintangi oleh lajang kelahiran Jakarta, 19 Juli 1971 itu. Film terbaru adalah Jakarta Under Cover menyusul film Naga Bonar Jadi 2. Sesungguhnya jauh sebelum kebangkitan film nasional di era 2000 ini, Lukman sudah menjadi aktor. Hanya saja waktu itu Lukman masih dibayang-bayangi nama besar keluarga Sardi.
Ya, Lukman adalah anak dari pemusik Idris Sardi dan Zervita. Dia juga terbilang generasi ketiga dari tokoh perfilman Indonesia, karena adalah cucu dari Mas Sardi dan Hadidjah yang merupakan pembuat ilustrator musik dan aktris di era 1930-an. Kini, meski masih menyandang nama besar keluarga Sardi, Lukman bisa menunjukkan eksistensi diri sendiri.
"Pandangan orang tentang embel-embel nama besar itu akan tetap ada. Dulu itu sempat menjadi beban, tetapi sekarang orang sudah melihat hasil yang saya perbuat. Jadi sekarang saya menjadikan itu sebagai motivasi untuk membuat sesuatu yang lebih baik," ucap Lukman saat dihubungi Pembaruan, Kamis (22/3 ), di Jakarta.
Kiprah Lukman di dunia film dimulai dari usia kanak-kanak. Di usia lima tahun dia berakting dalam film Kembang-Kembang Plastik (1978). Namun dirinya baru menarik perhatian ketika tampil bersama kedua saudaranya, Ajeng dan Triani ketika mereka membintangi film Pengemis dan Tukang Becak (1978). Semenjak itu Lukman terus berada di dunia akting di antaranya film Anak-Anak Tak Beribu, Cubit Cubitan, dan Gema Hati Bernyanyi. Namun ketika perfilman nasional mengalami masa paceklik, dia sempat harus banting setir ke bidang lain. Bahkan sempat menjadi salesman sebuah perusahaan asuransi.
Namanya mulai bangkit kembali setelah berperan sebagai Herman Lantang dalam film Gie. "Pekerjaan saya memang aktor sampai kapan pun. Dan saya menikmatinya," ujarnya. Untuk itu dia selalu mencari peran yang berbeda. Itu disebutnya sebagai tantangan. Seperti jadi pria maniak seks pada Berbagi Suami, pembunuh berdarah dingin pada 9 Naga, jadi gay pada Pesan Dari Surga atau jadi gembong narkoba pada Jakarta Under Cover.
"Saya memang selalu mencari peran yang berbeda. Ada rasa tertantang di sana, terutama jika itu adalah sesuatu yang belum pernah saya alami dalam hidup," ucap penggemar olahraga selam dan berburu itu. Untuk kemampuan akting tersebut dia beberapa kali masuk nominasi sejumlah ajang festival. Seperti nominasi Most Favourite Actor di MTV Indonesia Movie Award 2006, nominasi peran pendukung pria terbaik di Festival Film Jakarta dan terakhir meraih The Best Actor di ajang Bali International Film Festival 2006.
Apakah semua prestasi itu telah menaikkan tarif Lukman? "Honor saya mencukupi. Tidak berlebihan tidak juga kekurangan," katanya sambil tertawa. Selain dunia akting, Lukman juga bisa memainkan sejumlah alat musik. Dan keahlian ini tak lama lagi akan disalurkan bersama kelompok Eka Sapta, grup yang dahulu juga digawangi oleh sang ayah, Idris Sardi.
Mengenai yang satu itu, Lukman mengaku keikutsertaannya lebih karena ikatan emosional. "Sebuah perusahaan rekaman menawari proyek untuk menghidupkan kembali Eka Sapta dengan konsep bapak, anak dan cucu. Saya tertarik terlibat karena merasa ada ikatan emosional di dalamnya," akunya. Hanya saja, Lukman belum ingin menyebut posisi apa yang akan ditempatinya dalam grup tersebut. "Lihat saja nanti, bakal jadi surprise," katanya mencoba berahasia.
Namun proyek bermusik itu disebutnya sebagai sampingan belaka. "Pekerjaan tetap saya adalah aktor," kembali dia menegaskan. [W-10]