SUARA PEMBARUAN DAILY

Menjajal Proton Sampai Selangor

Embun pagi belum lagi lenyap betul, ketika sebanyak 20 rekan-rekan wartawan Indonesia bersiap menguji ketangguhan kuda besi karya tuan-tuan dan puan-puan asal negeri Malaysia. Setelah menyimak briefing singkat, para peserta test drive pun tak sabar untuk segera melongok jejeran mobil yang siap melahap jalan. Apa yang terlihat kemudian, sebuah kendaraan yang dirakit sangat apik dengan list di setiap celah bagian body mobil yang yang sangat tergolong tipis. Kira-kira, sekitar dua milimeter. "Rakitan badan mobil sangat halus," tutur seorang rekan yang tak sabar ingin segera melambungkan kendaraan di depannya.

Sejumlah pengunjung menyaksikan Proton Savvy. [Foto: AP/Dita Alangkara]

Kesempatan yang ditawarkan perusahaan manufaktur otomotif milik negara Malaysia yang dikenal sebagai Proton Holding Company ini sepertinya memang untuk mengajak para jurnalis melihat secara utuh mobil seperti apa yang mereka sudah ciptakan.

Pada kunjungan selama tiga hari itu, tidak kurang dari empat produk baru yang masing-masing terdiri dari transmisi otomatis dan manual ditawarkan untuk diuji.

Seperti pada uji coba jarak jauh dengan rute yang membelah Malaysia dari Kuala Lumpur menuju pinggiran Selangor. Jumlah kendaraan yang disediakan sebanyak 12 unit yang terdiri dari empat unit keluaran terbaru CamPro Gen-2 dan delapan unit Savvy yang juga merupakan varian terbaru.

Kebebasan yang diberikan Proton dalam uji coba tersebut semakin terasa besar karena jarak tempuh uji coba pada perjalanan pulang pergi yang mencapai 215 kilometer. Bukan hanya itu, para peserta pun sudah dibekali dengan peta yang lengkap dengan berbagai gambar petunjuk tentang setiap persimpangan yang akan dilalui.

Mungkin seperti kata peribahasa, tak kenal maka tak sayang, seorang rekan tampak sedikit kebingungan ketika akan memundurkan Savvy transmisi otomatis yang dipercayakan pada dirinya. Setelah putus asa, dia pun meminta bantuan teknisi Proton. Ternyata, hanya masalah ketidaktahuan, karena gigi mundur pada tungkai transmisi Savvy dapat dikunci dan dibuka dengan terlebih dulu mendorong ring yang melingkar pada tungkai persneling. Akhirnya, kawan tersebut pun bergurau dan menarik kembali umpatannya.

Tidak lama selepas pemberangkatan, rombongan mendekati kawasan belanja murah dikenal sebagai China Town. Satu jam berlalu, betul-betul tidak terasa, pintu jalan bebas hambatan setelah kawasan Penchala Link pun sudah terlihat di depan mata.

Rasanya, perlu waktu sedikit lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan tuas transmisi Savvy 1.200cc ini. Mungkin karena sistem Automated Manual Transmission (AMT) yang dimiliki kendaraan ini, sehingga tuas transmisi terasa sangat responsif terhadap sentuhan.

Bagaimana tidak, kendaraan ini sebenarnya menggunakan sistem transmisi manual yang ditambah hydraulic accumulator dan clutch actuator dalam memindahkan roda gigi kendaraan. Sensitivitas pemindahan tersebut masih ditingkatkan dengan penambahan sejumlah sensor seperti clutch position sensor, gear selection position sensor, dan gear position sensor.

Proton Savvy tampak dari samping. [Foto: Paultan.org]

Bicara soal sensor, ternyata palang pintu jalan bebas hambatan pun dibuka dengan menggunakan sensor. Jadi, para pengemudi cukup dengan menyodorkan kartu magnetik Touch Go ke depan kotak sensor, kemudian hanya dalam hitungan detik, palang pun terangkat.

Melewati jalan tol, para pengemudi pun seperti mendapat kesempatan menekan habis pedal gas. Pada Savvy, kendaraan otomatis ini akan meluncur ke gigi dua setelah menyentuh putaran mesin sekitar 6000 rpm. Pada kondisi tersebut, mobil sudah mampu melaju dengan kecepatan 60 km per jam.

Akselerasi maksimal masih dapat dirasakan pada peralihan gigi dua memasuki gigi tiga. Jarum speedometer atau yang lebih sering disebut odometer pada mobil bergerak relatif cepat menyentuh angka 100 km per jam. Pada gigi empat, tekanan pedal gas pun masih mampu meraih percepatan hingga mobil melayang mendekati 160 km per jam.

Sayangnya, Pembaruan belum sempat membawa kendaraan ber- dimensi panjang 3,7 meter dan lebar 1,64 meter, dan tinggi 1,48 meter ini menyentuh kecepatan maksimal 170 km per jam, ketika rombongan tanpa terasa telah tiba di titik peristirahatan pertama di kawasan Sungai Buloh yang berjarak 23,5 km dari titik awal.

Tampaknya, kebanyakan peserta merasakan hal yang sama. Begitu pula, saat rombongan kembali dari Selangor menuju Kuala Lumpur. Mobil Proton Gen-2 yang telah dimodifikasi sesuai standar balapan yang dipinjamkan pada Pembaruan seperti memperpendek jarak perjalanan.

Mobil yang mampu menjejak kecepatan 200 km per jam ini tentu saja hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 10 menit untuk melahap sebagian perjalanan pulang, mulai dari tol Plaza Bukit Beruntung sampai pintu keluar tol Plaza yang berjarak sekitar 30 km.

Selain versi sport, mobil yang digunakan juga terdapat versi standar dari Gen-2. Pihak Proton bahkan memproduksi kendaraan empat silinder 16 katup DOHC ini dalam dua kapasitas mesin, yakni 2.000 cc dan 1.300 cc.

Bagi penggemar kendaraan Proton di Indonesia, sabar saja. Managing Director Proton Holding Company, Syed Zainal Abidin bin Syed Mohamed Tahir, sudah berjanji untuk meluncurkan kedua kendaraan tersebut ke Indonesia pertengahan tahun ini. Sayangnya, harga kendaraan tersebut masih dirahasiakan terkait proses ekspor ke Indonesia. [Y-5]


Last modified: 23/3/07