SUARA PEMBARUAN DAILY

Banyak Cara Menarik Pengunjung Pusat Perbelanjaan

Handaka Santosa

[Foto-foto: Dok. Senayan City]

Banyak cara yang dilakukan oleh pusat perbelanjaan untuk memperkenalkan dan memperbanyak jumlah pengunjung ke tempat belanja itu. Apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta, yang bisa dibilang hampir setiap sudut telah ada pusat perbelanjaan, baik yang berukuran kecil, sedang, besar, sampai yang luar biasa besarnya.

Pihak pengembang yang mendirikan pusat perbelanjaan tidak hanya cukup mempunyai keahlian dalam mendesain dan mendirikan bangunan pusat perbelanjaan yang menarik, luas, mempunyai cukup tempat parkir, dan memiliki berbagai kemudahan. Termasuk kemudahan bagi penyandang cacat yang ingin memasuki pusat perbelanjaan tersebut.

Tidak. Itu saja tidak cukup. Pengembang atau pengelola pusat perbelanjaan harus pula mempunyai keterampilan dan jaringan yang luas agar dapat "menarik" produk-produk ternama yang sedang disukai masyarakat luas, maupun yang diprediksikan bakal disukai para pencinta belanja, agar mau menjadi tenant di sana.

Sudah? Belum. Pengelola pusat perbelanjaan perlu pula kemampuan untuk menata seluruh ruang di tempat yang dikelolanya, sehingga tidak membuat pengunjung yang datang menjadi "pusing", misalnya karena terlalu berjejalan gerai yang ada dalam suatu sisi atau lantai pusat perbelanjaan itu.

Sebaliknya, pengelola harus mampu membuat pengunjung menjadi demikian nyamannya, sehingga bahkan timbul keinginan dalam diri tiap pengunjung untuk tak mau keluar dari tempat itu karena betahnya. Misalnya dengan penyediaan ruang terbuka yang cukup luas, tempat makan dan minum dengan pilihan yang beragam baik menu maupun harganya, tempat duduk atau bersantai yang nyaman, kemudahan menemukan toilet, dan lainnya.

Di luar itu, yang tak kalah penting, adalah kemampuan pengembang atau pengelola sebuah pusat perbelanjaan untuk menyajikan acara-acara menarik Pengelola dapat melakukannya sendiri, atau bekerja sama dengan tenant yang ada, mengadakan beragam acara yang menarik dan menghibur pengunjung.

Hal itu tampaknya disadari benar oleh pusat perbelanjaan Senayan City di Jakarta Selatan. Walaupun masih menyandang sebutan sebagai salah satu tempat yang termasuk paling happening di Jakarta bagi para pencinta belanja maupun window shoppers, pusat perbelanjaan itu terus berbenah diri.

Misalnya, dengan membuka area khusus yang diberi nama Crystal Lagoon yang beroperasi sampai pukul 02.00 WIB, lebih lama dibandingkan pusat perbelanjaannya sendiri yang tutup pada pukul 22.00 WIB. "Kami mencermati tingginya kebutuhan para konsumen yang gemar nongkrong di pusat-pusat hiburan hingga malam hari. Mengakomodasi hal tersebut, kami merancang akses khusus untuk salah satu area di Senayan City, yaitu Crystal Lagoon. Pengunjung dapat menikmati hiburan yang disajikan hingga dini hari, meski pun mal telah tutup," demikian dijelaskan CEO Senayan City, Handaka Santosa.

Dijelaskan pula, akses khusus itu berupa jalan masuk menuju Crystal Lagoon yang berada di sebelah kiri pintu utama Senayan City. Melalui akses khusus itu, pengunjung dapat menikmati hiburan dan berkumpul hingga dini hari. Di tempat itu juga tersedia berbagai restoran yang menyajikan beragam menu makanan. Live music juga disajikan setiap Senin, Jumat, dan Sabtu, dari pukul 19.00 sampai 22.00 WIB.

Masih banyak kegiatan lain yang diselenggarakan pusat perbelanjaan itu untuk menarik semakin banyak pengunjung datang ke tempat itu. Di antaranya lewat pagelaran bagi para pencinta mode dan kecantikan yang bertajuk Fashion Nations. Acara tersebut diselenggarakan mulai 15 Maret sampai 15 Mei, dengan pembukaan pada 23 Maret 2007.

Selain peragaan busana dan aksesorisnya, digelar pula demonstrasi kecantikan tat arias wajah dan rambut, serta talk show tentang tren mode dan kecantikan terbaru.

Merek-merek terkemuka seperti Calvin Klein, GAP, Versace, Banana Republic, Bebe, Evita Peroni, EXR, sampai Studio 133 Biyan, termasuk yang akan menampilkan rancangan-rancangan terkini. Sejumlah penata rias wajah dan rambut terkenal, akan menampilkan pula keterampilan terbaik mereka.

Bisa dipastikan, acara-acara semacam itu bakal menjadi perhatian para pencinta mode dan mereka yang senang datang ke pusat perbelanjaan. Namun di luar berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan, pengembang atau pengelola pusat perbelanjaan harus pula menekankan pentingnya customer friendly kepada semua karyawan di sana. Sehebat dan semenarik apa pun acaranya, tanpa karyawan pusat perbelanjaan yang ramah dan siap membantu pengunjung, bisa jadi segala usaha menjadi sia-sia. [B-8]


Last modified: 22/3/07