
Judul buku: Perempuan dalam Hidup Sukarno
Penulis: Reni Nuryanti
Penerbit: Ombak
Cetakan: Maret 2007
Tebal: xx + 386 halaman
Kisah di balik profil presiden pertama RI selalu menarik dari masa ke masa. Apa jadinya, bila yang menulis salah satu sisi tentang Sukarno itu, dari generasi ketiga setelah kemerdekaan? Biografi ini-ditulis oleh perempuan muda, alumnus sejarah Universitas Negeri Yogyakarta yang lulus tahun 2006-yang mengisahkan proses pergulatan di seputar lingkaran Sukarno.
Siapakah sosok yang paling banyak memberi kontribusi dalam perjalanan hidup Sukarno? Sosok itu berjenis kelamin perempuan. Tanpa mengurangi peran perempuan (lain) dalam hidup Sukarno, nampaknya, Inggit Garnasihlah yang berada dalam posisi penting tersebut.
Kematangan dan kedewasaan serta pencapaian intelektual seseorang pada umumnya dicapai pada usia 40-an tahun, termasuk manusia yang bernama Sukarno. Selama proses masa pencapaian tersebut, separuhnya ia jalani bersama dengan Inggit Garnasih.
Salah satu ciri biografi yang baik dan yang membedakannya dengan tulisan sejarah pada umumnya adalah kemampuannya menceritakan hal-hal yang detil tentang tokoh yang dikisahkannya. Pembaca dimungkinkan untuk mengetahui kepribadian, kekuatan sosial, dan sensibilitas, serta keberuntungan sang tokoh.
Pengetahuan ini memberi kesempatan pembaca untuk memahami titik-titik kisar yang menentukan dalam hidup seseorang, bagaimana sosok itu bergumul, menjalani, melampaui tantangan hidup yang dihadapi. Di sini biografi mampu memberi hikmah dan inspirasi bagi pembaca dari pengalaman hidup seorang anak manusia.
Buku ini memberi pengetahuan tentang sosok Inggit Gunarsih dengan segala suka dukanya dalam mengarungi hidup, baik ketika bersama maupun ketika Inggit memilih untuk berpisah dengan Sukarno. [R-8]