SUARA PEMBARUAN DAILY

Operasi Katarak Tanpa Jahitan

Sebagai pusat pelayanan pengobatan dan konsultasi mata, medis dan nonmedis untuk berbagai jenis kelainan mata, Jakarta Eye Center (JEC) memiliki berbagai fasilitas seperti Refractive Surgery Center (RSC). Di RSC ini, operasi katarak dilakukan tanpa jahitan dan cukup dengan anestesi tetes.

Setelah operasi sekitar 10 menit, pasien sudah dapat melihat lebih baik. Setiap tahun lebih dari 6.000 penderita katarak dioperasi di sini.

Apabila ada kelainan refraksi yang tidak dapat diatasi dengan Laser-In- Situ Keratomileusis (Lasik), ada beberapa alternatif seperti Phakic IOL penanaman lensa untuk mengurangi gangguan rabun jauh. Refractive Lens Exchange (RLE), bagi pasien usia 50 tahun lebih, menderita refraksi tinggi seperti myopia (minus) 12 atau lebih dan hyperopia (plus) 5 atau lebih atau penderita minus maupun plus yang telah terkena katarak.

JEC sendiri sebagai institusi pelayanan mata selama 23 tahun kini telah mampu memberikan berbagai bentuk pelayanan kesehatan mata bertaraf internasional. Menurut Prof Dr Darwan M Purba, Komisaris Utama JEC, rumah sakit tersebut baru-baru ini mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasinya sebagai institusi pelayanan kesehatan mata pertama di Indonesia yang melakukan tindakan dengan teknologi laser untuk mengatasi rabun jauh, rabun dekat dan silinder dengan Lasik.

Selama ini ada anggapan bahwa pusat-pusat kesehatan mata di luar negeri menawarkan pelayanan yang jauh lebih baik dari pusat-pusat perawatan kesehatan mata di Indonesia. Karenanya, tidak mengherankan jika setiap tahun ribuan pasien dari Indonesia harus mengeluarkan biaya dokter, obat-obatan berikut tiket pesawat dan akomodasi selama di luar negeri yang tidak sedikit.

Menurut Purba, kini masyarakat Indonesia tidak perlu lagi ke luar negeri. JEC kini mampu memberikan berbagai bentuk pelayanan kesehatan mata bertaraf internasional itu.

Di samping telah adanya peralatan diagnosis dan operasi mata yang canggih, tim dokter yang melayani adalah lulusan luar negeri.

JEC juga telah merintis kerja sama di bidang pelayanan, pendidikan dan riset dengan empat pusat pelayanan kesehatan mata di Asia Tenggara, seperti Singapore National Eye Center, American Eye Center, Philippines, Rutnin Eye Hospital, Thailand dan The Tun Hussein Onn National Eye Hospital, Malaysia.

Terbaik

Kerja sama tersebut bertujuan untuk menjadikan kawasan ASEAN sebagai pusat kesehatan mata yang setara dengan pusat kesehatan mata terbaik di dunia. Sebagai pusat pelayanan kesehatan mata yang modern, setiap tahun JEC menerima pasien berobat jalan dan rawat inap sekitar 80.000 pasien.

Sebagai pionir bedah Lasik di Indonesia, sejak 1997 hingga kini telah melakukan lebih dari 10.000 tindakan Lasik, Di samping itu juga merupakan satu-satunya institusi yang memberikan layanan Lasik dengan menggunakan teknologi mutakhir operasi 100 persen bebas pisau bedah.

Operasi tanpa pisau ini memberikan kenyamanan pada pasien dan dengan risiko sangat minim, karena dilakukan dengan menggunakan mesin Lasik tercepat di dunia. Conductive Keratoplasty (CK), suatu prosedur untuk mengatasi gangguan penglihatan jarak dekat presbyopia dengan menggunakan energi frekuensi radio.

Retina Center, Pusat Perawatan Gangguan Retina, dilengkapi dengan peralatan medis, bedah dan diagnostik modern. Dengan peralatan diagnostik seperti OCT (Optical Coherence Tomography, prosedur diagnostik lebih nyaman karena pemeriksaan tidak menyentuh bola mata sama sekali. Hasil diagnostis pun lebih tepat.

JEC juga merupakan pionir dalam bidang Photo Dynamic Therapy (PDT), terafi untuk mempertahankan penglihatan agar tidak hilang sama sekali akibat penyakit ARMD atau Age Related Macular Degeneration.

Okuloplasti atau Bedah Plastik Mata bagi yang ingin tampil percaya diri. Ini telah menjadi gaya hidup bagi kaum muda. [Vera Indrasuwita]


Last modified: 9/3/07