SUARA PEMBARUAN DAILY

SEPUTAR DUNIA

Ditelepon Orang Mati

Sebuah keluarga di India kaget bukan kepalang saat menerima telepon dari Deepak Bhattacharya, kerabat mereka. Mereka terkejut karena si penelepon dikira sudah menjadi mayat dan hendak dikremasi. Menurut Press Trust of India, Rabu (7/3), gara-gara telepon itu upacara kremasi dihentikan.

Ceritanya berawal pada Selasa (6/3) ketika Deepak keluar rumah hendak membayar iuran telepon. Beberapa jam kemudian, polisi mengabarkan keluarga Deepak kalau pria berusia 50 tahun itu tewas. "Menantu Deepak telah memastikan kalau sesosok mayat yang kami temukan adalah mertuanya. Dia lalu membawa mayat itu ke rumah untuk upacara kremasi," kata Juru Bicara Kepolisian Raipur, Sashi Mohan Singh, seperti dikutip Yahoonews.com.

Deepak yang sedang di luar rumah mendapat kabar kalau keluarganya sedang menggelar upacara kremasi. Dia lalu menelepon putrinya dan berkata, "Saya masih hidup. Mengapa kalian mau mengkremasi saya?"

Menurut polisi, ciri-ciri mayat yang hendak dikremasi itu memang mirip dengan Deepak. Di India, pemakaman atau kremasi memang harus dilakukan secepat mungkin, pada hari yang sama dengan meninggalnya seseorang. [O-1]

Ribuan Ekor Ular Disita

Dinas Perlindungan Satwa Liar Malaysia, Rabu (7/3), menahan 2.400 ekor ular yang diduga berasal dari Thailand. Rombongan ular masuk ke Malaysia untuk transit lalu dikirim ke Hong Kong. Jumlah hewan yang disita itu baru sebagian dari seluruh satwa liar yang diselundupkan dari Thailand dengan jasa pengiriman.

Menurut Direktur Perlindungan Satwa Liar Malaysia, Husnan Yusof, beberapa pelaku ditahan di wilayah negara bagian Penang. Penangkapan itu dilakukan setelah tim dari lembaga perlindungan satwa memeriksa barang kiriman dari Thailand yang mencurigakan. Mereka pun menemukan hewan melata yang bernilai 15.000 ringgit Malaysia atau lebih Rp 38 juta.

"Penahanan oleh Dinas Perlindungan Satwa Malaysia dalam tahun ini merupakan yang terbesar," kata Husnan seperti dikutip kantor berita Bernama. Menurut dia, aparat masih menyelidiki pelaku utama penyelundupan satwa liar itu. Ular-ular tersebut akan dilepaskan di taman satwa nasional Malaysia atau dijual kepada para pembeli yang sudah memiliki izin untuk berdagang ular. [Ant/O-1]

Larang Lukisan Telanjang

Otoritas Singapura melarang sebuah galeri seni memamerkan lukisan wanita telanjang, yang tubuhnya hanya ditutupi busa sabun. Namun, sebelum masalah itu berkepanjangan, pemilik galeri berhasil menjual lukisan wanita telanjang tersebut kepada seorang kolektor yang identitasnya dirahasiakan.

Menurut pemilik galeri, Rabu (7/3), lukisan telanjang setinggi empat meter itu dijual seharga 60.000 dolar Singapura. Lukisan yang dibuat oleh pelukis wanita asal Tiongkok, Chen Xi, itu memperlihatkan seorang wanita bugil yang berbungkus busa sabun dan seekor burung beo terbang di depannya.

Pemilik galeri, Chua Soo Bin, hanya sempat memamerkan lukisan yang diberi judul "Terbang ke Awan" itu selama beberapa jam. Pihak berwenang meminta agar lukisan tidak ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat publik terutama remaja dan anak-anak.

Cha Soo Bin hanya diizinkan mempertunjukkan lukisan itu kepada calon pembeli. "Lukisan itu merupakan karya yang penting. Orang ingin mengoleksi lukisan-lukisan besar seperti ini," kata Chua.

Sang pelukis, Chen Xi kepada Straits Times mengatakan, dia berencana membuat empat lukisan telanjang untuk dipamerkan di Beijing, Tiongkok. "Saya berharap Singapura lebih terbuka di masa depan," harap pelukis berusia 38 tahun itu. [Ant/O-1]


Last modified: 10/3/07