SUARA PEMBARUAN DAILY

Tokoh Minggu Ini

Bikin Berang Saudara Tua

Chen Shui-bian [Foto: AP]

Pada Minggu (4/3) Presiden Taiwan Chen Shui-bian kembali mengeluarkan pernyataan yang bikin gusar Tiongkok. Di hadapan kelompok prokemerdekaan, Presiden Chen menegaskan bahwa Taiwan harus merdeka. Selain itu, katanya, Taiwan yang bersengketa dengan Tiongkok sejak perang saudara tahun 1949 harus memiliki konstitusi baru.

Bukan kali ini saja Chen menyuarakan soal kemerdekaan Taiwan. Pernyataan yang mengundang kemarahan Beijing itu sudah berulang kali dilontarkan. Niat merdeka untuk pertama kali dikumandangkan Chen saat terpilih sebagai Presiden Taiwan pada 2000. Ketika itu, Chen menjadi simbol kedaulatan Taiwan.

Bagi Bejing, pernyataan Chen adalah siasat berbahaya yang bisa mempertajam persoalan Taiwan-Tiongkok. Perdana Menteri Tiongkok Wen Jiabao membalas pernyataan Chen. Dengan tegas, ia menentang kemerdekaan Taiwan. Dalam pidato pembukaan Sidang Kongres Rakyat Nasional, Wen menegaskan kembali kebijakan Beijing untuk melakukan proses reunifikasi dengan Taiwan.

Beberapa jam sebelum pernyataan kemerdekaan Chen dilontarkan, sang saudara tua itu mengumumkan penambahan anggaran pertahanan sebesar 17,8 persen. Sebagian besar anggaran akan disalurkan untuk menyelesaikan permasalahan dengan Taiwan.

Pernyataan Chen juga mendapat tanggapan dari Amerika Serikat yang menjadi pemasok peralatan militer Taiwan. Menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Sean McCormack, pernyataan Chen itu hanya sebuah retorika.

Chen lahir pada 18 Februari 1951 di sebuah desa bernama Hsi-chuang, Kabupaten Tainan, Taiwan. Dusun yang sebagian besar penduduknya bertani itu hanya dihuni ratusan orang.

Dia adalah anak pertama dari pasangan Chen Sung-ken (ayah) dan Chen Le-chen (ibu). Chen memiliki dua saudara. Namanya merupakan nama tradisional Taiwan yang berarti batang bambu yang digunakan petani untuk mengangkat dua ember air di ujungnya. Secara harafiah, kata shui berarti "air" dan bian berarti "datar".

Dalam keluarga tradisional miskin di Taiwan, suatu kebiasaan untuk memberikan nama anak yang mengacu pada kondisi ekonomi dan sosial keluarga.

Chen mendapat dukungan kuat dari Partai Progresif Demokrasi (DPP) untuk menjadi presiden pada pemilihan umum 2000. Keberhasilan partai itu mendukung Chen juga mengakhiri kekuasaan Kuomintang selama 50 tahun di Taiwan.

Saat ini, keluarga Chen sedang menghadapi masalah hukum. Isterinya, Wu Shu-chen didakwa terlibat korupsi sebesar US$ 450.000. Selain Wu, tiga pejabat tinggi pemerintahan Chen juga terlibat. [Berbagai sumber/O-1]


Last modified: 10/3/07