![Siap menangkap kupu-kupu. [Pembaruan/Berthold DHS]](11hobyku.gif)
Seiring dengan tumbuhnya tren go green dan back to the nature, maka hobi mengamati hewan yang hidup bebas di alam terbuka makin berkembang. Di Indonesia sendiri, hobi mengamati hewan-hewan bukan sekadar diminati orang-orang dewasa, tetapi juga mencakup segala lapisan usia, termasuk anak-anak dan remaja.
Hobi mengamati burung (bird watching) misalnya. Penggemar hobi ini bahkan lebih banyak anak muda, dan bukan pula sekadar yang berlatar belakang ilmu biologi atau ilmu alam saja. Kegiatan yang diadakan, mulai dari mengamati dan membuat deskripsi burung-burung yang dilihat, sampai lomba foto burung dan lomba gambar beragam jenis burung.
Dalam perjalanan ke Bandung akhir pekan lalu, Pembaruan sempat pula menemui dua anak muda sedang memegang tongkat bambu yang diujungnya diberi kain tipis setengah lingkaran. Mereka berada di tengah taman Balaikota Bandung. Seakan tak peduli dengan kesibukan di sekitar mereka, kedua anak muda itu sibuk mencari dan menangkap kupu-kupu yang berterbangan di taman tersebut.
Agung dan Ramdhan, nama keduanya, adalah anggota Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Padjadjaran Bandung. Mereka bukan sekadar menangkap kupu-kupu untuk dikoleksi saja. Lebih dari itu, mereka merencanakan untuk menerbitkan buku yang berisi inventarisasi kupu-kupu di taman Kota Bandung.
Selain di Taman Balaikota, mereka juga mengadakan penelitian di Taman Ganesha dan Taman Maluku. "Sebenarnya banyak taman di Kota Bandung, namun kami memfokuskan pada ketiga taman itu yang kami anggap dapat menjadi representasi kota Bandung," ujar Agung.
Keduanya berharap agar hasil penelitian itu setelah dibukukan akan membuat masyarakat, khususnya warga Kota Bandung, lebih apresiatif terhadap keberadaan kupu-kupu di kota itu, yang juga menjadi pertanda bahwa lingkungan hidup di kota itu masih terjaga. Pasalnya, seperti diakui Agung dan Ramdhan, bila tingkat polusi sudah tinggi dan kondisi lingkungan hidup sudah tak baik, kupu-kupu akan menghilang.
Selesai berbincang, keduanya segera bergegas mengejar seekor kupu-kupu yang berterbangan di taman itu. "Tangkap, ayo tangkap," ujar keduanya bersemangat. [B-8]