SUARA PEMBARUAN DAILY

Arwah Penasaran Lewat Tengah Malam

[Foto-foto: Maxima Pictures]

Film : Lewat Tengah Malam

Sutradara : Koya Pagayo

Skenario: Ery Sofid

Pemain: Joanna Alexandra, Catherine Wilson, Andhika Pratama

Genre : Horor

Produksi: Maxima Pictures

Dunia perfilman nasional masih didominasi film bergenre horor. Setelah film Kuntilanak besutan Rizal Mathovani dan, Bangku Kosong karya Helfi CH Kardit, kini film Lewat Tengah Malam produksi Maxima Pictures menambah deretan film bergenre horor di Tanah Air.

Film ini merupakan karya kesekian dari duet Koya Pagayo dan Ery Sofid. Keduanya berkolaborasi dan telah menghasilkan sejumlah film khususnya berjenis horor. Sebut saja film Ada Hantu di Sekolah, Hantu Jeruk Purut dan Gotcha yang memadukan unsur komedi dan horor. Lewat Tengah Malam bisa dinikmati para pencinta film nasional mulai 8 Maret.

Namun, bagi para pencinta film horor tidak perlu risau. Pasalnya, sekarang ini pun dalam deretan film yang diputar di 21 Cineplex ada beberapa judul yang bergenre horor. Misalnya, Leak, Terowongan Casablanca, Hantu Jeruk Purut dan Pocong 2. Jadi, semakin lengkaplah film horor di Tanah Air.

Seperti yang sudah -sudah, film bergenre horor lokal kerap menawarkan sejumlah adegan seram dan menakutkan, makhluk aneh, serta pembalasan arwah yang penasaran. Hampir tidak banyak inovasi sisi cerita maupun artistik.

Yang pasti, Lewat Tengah Malam tidak berbeda dengan film horor lainnya. Film yang dikerjakan selama tiga bulan ini pun masih mengusung persoalan balas dendam arwah penasaran. Film ini mengisahkan kehidupan Tara (Catherine Wilson) dan putri tunggalnya, Alice (Joanna Alexandra) yang mulai beranjak remaja.

Pascaperceraian Tara dengan suaminya Yuga, ibu dan anak ini pindah ke sebuah apartemen dengan harapan bisa membangun masa depan yang lebih cerah. Di apartemen tua tersebut, Alice sering mengeluhkan "gangguan". Namun Tara sama sekali tak menghiraukan keluhan Alice.

Teror

Akhirnya, Alice lebih memilih bercerita kepada teman akrabnya sejak kecil, Ramon (Andhika Pratama) yang memiliki indera keenam dan memahami kondisi Alice. Kedekatan mereka membuat pacar Ramon, Melvi sangat cemburu terhadap Alice. Sampai akhirnya, Melvi meminta Ramon memilih. Sementara Alice terus menghadapi teror hantu perempuan. Sementara jauh dari apartemen, Yuga dirawat di rumah sakit jiwa. Yuga juga mendapat teror dari hantu perempuan.

Ternyata, hantu itu adalah wanita idaman lain (WIL) Yuga yang tewas saat keduanya bertengkar. Saat bertengkar, kekasih Yuda mengancam akan membalas perbuatan Yuga pada anak dan istri Yuga. Teror terus berlangsung pada malam hari. Alhasil Yuga pun terpaksa mengakui perselingkuhannya pada sang mantan istri. Wanita selingkuhan itu mati terbunuh. Arwah itulah yang selama ini meneror anak dan mantan istrinya.

Beberapa hal dalam film ini, dalam hal detailnya mirip dengan film horor yang lebih dulu tayang. Sebut saja setting apartemen, tata suara dan penataan cahaya yang memberi efek mencekam.

Hanya saja, untuk karakter, Tara memerankan karakter ganda. Selain sebagai ibu yang sibuk mencari nafkah untuk menghidupi putrinya. Dia juga memerankan wanita psikopat. Karakter psikopat itulah yang membuat Tara secara tidak sadar mengakhiri hidup orang terdekatnya.

Bila disejajarkan dengan film bergenre horor lain, Lewat Tengah Malam membawa pesan dampak perceraian pada anggota keluarga, yakni suami, istri. Boleh jadi keunikan karya Koya Pagayo ini adalah perpaduan antara drama keluarga dan horor. [Pembaruan/Nancy Nainggolan]


Last modified: 10/3/07