:kekasih sunyi
I.
tak kulihat jejak apalagi jarak tempuh
bagaimana bisa tahu
kalau itu kau atau aku
meski ada matahari
tak ada bayang di situ
hanya debu memedihkan mata
dari langkah kaki kita
dan di sepanjang perjalanan
kita tak punya pertanyaan untuk itu
tetapi sama-sama berseru:
engkaulah kekasihku!
II.
apa yang harus dirapikan dalam keheningan
dari cinta yang kupunya adalah kedip bintang
dan goyangan bulan yang di gantung malam
sedikit dari percaya menuju cahaya
III.
aku masih ingat jika kau terlupa
jalan menuju pulang
saat tiadanya suara di telinga
dan kau tertidur lelap di dada
IV.
seseorang telah mencuri peta
dan aku si buta hanya meraba
pada cermin kelam
V.
aku hanya sisa dua cinta yang terlewatkan
di ambang pejam yang merejam
Yogyakarta, 2007
dalam gigil
bukan kulitku yang terkelupas
tetapi putih mataku pada mata sajakmu
Yogyakarta, 2007
kau deru
akulah abu
mendekatkan bayang dari bayangku
dan akhirnya membatu di tubuh bisu
Yogyakarta, 2007
ketika kutahu semuanya hanya cahaya
sebuah patung yang disisakan angin kupercaya
seperti bayangku sendiri
hanya untuk mengatakan
-inilah sajak-
Yogyakarta, 2007
: retno iswandari
I.
kautiup penglihatanku
kutembus senyummu
kutemui sepiku yang dulu
di kedua bibirmu
sebuah kalimat tak tuntas
dalam sajak bisu
II.
bibirmu fajar
dingin menusuk
di sela-sela tanaman
di halaman depan
dan seekor burung melintas samar
aku gemetar di luar pagar
ingin menembus pintu awan
Yogyakarta, 2007
Bunga Matahari
bunga matahari
hati yang dipetik bumi
pada gundukan tanah ini
siapa yang akan menumbuhkanku?
bunga matahari
mimpi rontok berhari-hari
Yogyakarta, 2007
Rede
I
kita berdiri berseberangan
aku di utara dan kau di selatan
diam
;mengatur bunyi sendiri-sendiri
lalu ada kata selepas pergi
di setiap telapak kaki
II
kau ada di antara kursi dan meja
kemudian menerobos pintu dan jendela
memintaku menangkapnya
dengan sebuah tanda baca
III
dalam tidurmu aku punya mata kata
mengenalmu tanpa rupa
setelah kau bangun bacalah
mata kataku ingin mengenal matamu juga
IV
ia yang selalu memainkan bunyi adalah sunyi
ditiup dari segala penjuru oleh waktu
menembus tubuhmu
mewarnai kertas putihku
V
jangan buat memanjang kalimatmu-katamu
maka kubuat sepanjang napasku
Sumenep, 2006-2007