[PANGKEP] Proyek pengembangan fasilitas pelabuhan laut Maccini Baji di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), yang dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN), terbengkalai, kondisinya mulai rusak.
Proyek tersebut dirancang sejak 2004 oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan, untuk melayani transportasi antarpulau, khususnya di wilayah Pangkep yang terdiri dari 119 pulau serta antarprovinsi.
Proyek itu mulai dikerjakan Juni 2004, menggunakan dana APBN sebesar Rp 2,9 miliar. Setelah tahap awal selesai, pembangunan pelabuhan tersebut tidak dilanjutkan lagi dan sampai saat ini tidak dapat dimanfaatkan.
Abdul Rajab, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Pangkep yang ditemui Pembaruan, baru-baru ini mengatakan, belum ada kapal di atas 3 ton yang berani sandar karena pada saat air surut ketinggian air di dermaga yang paling ujung hanya mencapai sekitar 1,5 meter.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulsel yang dihubungi tidak berada di tempat. Namun, salah seorang staf Dishub yang mengetahui masalah proyek tersebut mengatakan, Pelabuhan Maccini Baji awalnya adalah pelabuhan yang dibangun sendiri oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep, dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Karena kebutuhan pelabuhan di daerah itu sangat mendesak dan hanya mampu melayani perahu motor kecil, pemerintah pusat memberi bantuan dengan membuat proyek penyiapan, perancangan dan pengembangan fasilitas pelabuhan laut yang dapat melayani kapal pengangkut hasil bumi antarpulau bertonase tinggi.
Bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 2,9 miliar sudah digunakan membangun causeway sepanjang 50 meter dan lebar 6 meter, trestle type I sepanjang 50 meter dan lebar 6 meter, serta pekerjaan trestle type II berupa pengadaan dan pemancangan 72 meter. Dishub Sulsel sudah mengajukan usulan, namun sampai saat ini usulan tersebut belum mendapat persetujuan pemerintah pusat. [148]