Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut), AJ Sondakh, meninggal dunia di Gleneagles Hospital Singapura, Kamis (8/3), sekitar pukul 18.30 waktu setempat. Mantan Gubernur Sulut periode 2000-2005 itu, meninggal setelah dirawat sekian lama di rumah sakit tersebut, kata Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sulut, Ruben Saerang, di Manado, Jumat (9/3).
Menurut Saerang, jenazah almarhum ditangani Kedutaan Besar Indonesia di Singapura dan direncanakan tiba Sabtu siang di Manado. Pria kelahiran Desa Suluun, 20 Juni 1939 itu, meninggalkan seorang istri, Ny Sintje Sondakh-Mandey (anggota DPD RI), dua orang anak yakni, Ingried Sondakh (anggota DPRD Sulut), Denny Sondakh (Anggota DPRD Kota Manado). [Ant/L-8]
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengaku lebih senang jika Khofifah Indar Parawansa berkonsentrasi membesarkan Muslimat NU, organisasi yang beranggotakan kaum ibu NU, daripada mengurus politik. "Khofifah sebaiknya mengurus Muslimat saja, tak perlu memikirkan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) atau PPP (Partai Persatuan Pembangunan)," kata Hasyim di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (7/3).
Hasyim mengemukakan hal itu ketika diminta pendapatnya menyangkut upaya Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengajak Khofifah yang merupakan Ketua Umum Pucuk Pimpinan Muslimat NU kembali ke PPP, partai yang pernah mengantarkan Khofifah sebagai anggota DPR pada 1992-1998. [E-5]
Ketua Koordinator Daerah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Jenderal (Purn) Soebagyo HS mengatakan, partainya akan membentuk kepengurusan di sejumlah kabupaten/kota di Jateng. Anggota Hanura tidak harus dari unsur TNI/Polri, namun terbuka bagi semua kelompok, golongan, dan agama. Sekjen DPP Partai Hanura, Yus Usman Sumanegara mengatakan, untuk meraih anggota sebanyak-banyaknya pihaknya sudah membuka posko pendaftaran di tingkat pusat, provinsi dan juga kabupaten/kota. [142]
Guna memperkecil sekat, arogansi sektoral dan menghilangkan ruang ketidakpercayaan diantara sejumlah ormas keagamaan besar, perlu dibangun kerja sama dan kemitraan antara NU, Muhammadiyah, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
"Kerjasama ini sangat penting untuk menghilangkan ruang ketidakpercayaan di antara mereka. Ormas keagamaan perlu kemitraan bersama . Pasti akan kita sosialisasikan ke tingkat bawah," kata ujar Ketua PBNU, KH Said Aqil Sirad dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII 2007 di Jakarta, Kamis (8/3).
Menurut dia, ketiga organisasi kemasyarakatan Islam besar tersebut kurang komunikasi dan silaturahim. Sehingga terjadi saling curiga dan kehilangan kepercayaan. Hal itu kemudian diperkuat adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja memperlebar ruang ketidakpercayaan tersebut. [E-5]

Anggota Komando Pasukan Katak TNI AL berjaga di depan kapal perang USS Blue Ridge di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (8/3). Kapal perang ini melakukan kunjungan ke beberapa negara di Asia Pasifik. [Pembaruan/Ignatius Liliek]