SUARA PEMBARUAN DAILY

Cuaca Buruk, Menko Kesra Batal ke Manggarai

Presiden Berencana Pekan Depan

Christian Rotok [Pembaruan/Ruht Semiono]

[JAKARTA] Menko Kesra Aburizal Bakrie membatalkan keberangkatan ke Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (9/3) pagi, karena cuaca buruk.

Staf khusus Menko Kesra, Lalu Mara Satriawangsa, di Jakarta, Jumat, mengatakan, rencananya Jumat pagi ini Menko Kesra berangkat ke NTT, tapi karena cuaca buruk terpaksa ditunda hingga minggu depan.

Bakrie ditugaskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Manggarai untuk melihat dari dekat situasi korban tanah longsor. Dari rapat terbatas (ratas), Kamis (8/3) kemarin diketahui, masalah penanganan bencana longsor di Manggarai ternyata lebih besar dari yang telah dilaporkan.

Menko Kesra Aburizal Bakrie dalam jumpa pers seusai mengikuti ratas, di Kantor Presiden, Kamis (8/3), mengatakan, di Manggarai setiap hari pengungsi terus bertambah, sementara wilayah-wilayah yang terkena bencana masih sulit dijangkau.

Menurut Juru Bicara Kepresidenan Andi A Mallarangeng, Jumat (9/3) pagi ketika ditanya Pembaruan, Presiden Yudhoyono dijadwalkan berkunjung ke Manggarai, pekan depan. Namun Andi belum bisa memastikan harinya.

Lebih lanjut menurut Menko Kesra, pengungsi Manggarai saat ini mencapai 8.000 orang, dari semula hanya 200 orang pada Sabtu (3/3), kemudian bertambah menjadi 520 orang Minggu (4/3) dan 1.000 orang Senin (5/3), 2.445 orang Selasa (6/3) dan 5.231 orang Rabu (7/3). Terus meningkatnya pengungsi ini karena warga trauma tinggal di rumah dan ancaman longsor yang masih terjadi.

Meski pun begitu, kata Menko Kesra, logistik di Manggarai cukup, sementara soal korban, sampai Kamis pagi 39 orang meninggal dunia, 35 hilang (belum ditemukan) dan luka-luka 26. Longsor di Manggarai, katanya, diperparah oleh badai topan dari arah Australia.

Mengenai gempa bumi di Sumatera Barat (Sumbar), kata Menko Kesra, jumlah korban meninggal dunia sampai Kamis pagi mencapai 73 orang, luka berat 161 orang, luka ringan 33 orang. Untuk bangunan, rinciannya adalah rumah rusak berat 1.164 unit, rusak sedang 545 unit, rusak ringan 2.119. Selain itu sebanyak 20 gedung sekolah rusak, 17 tempat ibadah, kantor pemerintah 18, dan fasilitas umum (pasar) empat unit.

Menurut Menko Kesra, selain itu tidak banyak kerusakan yang terjadi, begitu juga infrastruktur jalan tetap bisa digunakan dan tidak ada satu desa pun yang terisolasi. Semua jalan darat bisa dilalui.

Sementara itu, Bupati Manggarai Christian Rotok ketika dihubungi, Jumat pagi, mengatakan, cuaca di Manggarai saat ini membaik, sehingga banyak pengungsi yang memilih kem- bali ke rumah ketimbang tinggal di pengungsian. [Y-3/M-6/L-8]


Last modified: 8/3/07