[JAKARTA] Bantuan internasional untuk korban gempa bumi di Sumatera Barat terus berdatangan. Bantuan datang dari beberapa negara dan organisasi internasional.
Pemerintah Amerika Serikat melalui Kedutaan Besar AS di Jakarta memberikan bantuan kemanusiaan senilai US$ 100.000 (atau sekitar Rp 900 juta). Kantor berita Antara, Kamis (8/3), menyebutkan, pengumuman tentang bantuan itu disampaikan oleh Kuasa Usaha Kedubes AS, John Heffern.
Bantuan itu akan disalurkan oleh Badan Pembangunan Internasional Pemerintah AS (USAID) melalui Mercy Corps. Dana itu akan digunakan antara lain untuk untuk persediaan darurat, seperti perkakas kebersihan, kantong plastik, peralatan masak, dan alat tidur.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa siap membantu penanganan gempa bumi tersebut. Tim gabungan PBB telah tiba di daerah-daerah yang terkena gempa. Kesiapan PBB itu disampaikan melalui siaran pers Kantor Urusan Koordinasi Bantuan Kemanusiaan PBB (OCHA) di Jakarta. Tim gabungan itu terdiri dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), OCHA, Unicef, Program Pangan Dunia (WFP), dan WHO.
"Pemerintah Indonesia dan Palang Merah Indonesia memiliki kapasitas yang mengagumkan dalam merespons bencana. Namun, berdasarkan pengalaman di beberapa daerah, dimana angka korban yang banyak, kami tetap waspada dan siap membantu," kata Koordinator Bantuan Kedaruratan PBB, John Holmes.
Presiden Vladimir Putin telah mengirim telegram kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam telegram itu, Putin menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap korban yang tewas akibat gempa bumi di Sumatera Barat.
Ucapan bela sungkawa juga disampaikan Pemerintah Kanada melalui Menteri Luar Negeri, Peter MacKay dan Menteri Kerja Sama Internasional, Josee Verner. "Saya sangat sedih mendengar berita mengenai bencana gempa itu dan dampaknya yang luar bisa terhadap masyarakat yang tinggal di daerah Sumatra Barat, Indonesia," demikian ungkap MacKay dalam siaran pers yang diterima Pembaruan kemarin. [O-1/E-9]