SUARA PEMBARUAN DAILY

Taiwan Pamer Kekuatan Militer

Chen Shui-bian. [Foto: AFP]

[TAIPEI] Taiwan memamerkan kekuatan persenjataan udara di tengah meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok. Pamer kekuatan itu dilakukan setelah muncul pernyataan provokatif Presiden Taiwan, Chen Shui-bian tentang kemerdekaan.

Unjuk kekuatan pada Kamis (8/3) tersebut antara lain mempertontonkan sekelompok pasukan yang melompat dari helikopter buatan Amerika Serikat (AS). Mereka melompat dari ketinggian sekitar 1.200 meter di atas kawasan Tainan, selatan Taiwan.

"Pasukan elite mempunyai kemampuan gerak cepat dalam menyerang musuh," kata Letnan Jenderal Wang Kuo-chiang, Komandan Pasukan Khusus Angkatan Udara Taiwan.

Dalam latihan tersebut, kelompok lain pasukan yang menyamar dan dilengkapi senjata semiotomatis, keluar dari helikopter. Mereka lalu menyerang sebuah gedung dalam sebuah skenario dimana pejabat pemerintah ditahan oleh kelompok teroris. Serangan pun ditujukan ke helikopter itu.

Latihan tersebut merupakan langkah untuk menunjukkan kekuatan kepada Pasukan Operasi Khusus Tiongkok. Menurut Juru Bicara Kementrian Pertahanan Taiwan, Mayor Jenderal Wu Chi, militer Tiongkok senantiasa membangun kewaspadaan terhadap Taiwan.

Unjuk kekuatan tersebut juga dilakukan menyusul ketegangan yang meningkat antara China dan Taiwan. Ketegangan terjadi ketika Chen berjanji untuk mendorong kemerdekaan dan segera mengeluarkan konstitusi baru Taiwan dalam pekan ini.

Pernyataan Chen itu disampaikan kepada pendukung kemerdekaan Formosan Association for Public Affairs pada Minggu (4/3).

Pernyataan tersebut juga mengubah kondisi hubungan kedua negara dan semakin meningkatkan perhatian Tiongkok. Negeri Tirai Bambu itu masih menilai Taiwan sebagai bagian dari negara mereka yang tengah menunggu proses penyatuan kembali (reunifikasi).

Saat berpidato di Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress). Perdana Menteri Tiongkok, Wen Jiabao menyebutkan rencana pemerintahannya untuk menaikkan anggaran pertahanan sebesar 17,8 persen pada 2007. "Kami sangat tidak sepakat bila Taiwan lepas dari Tiongkok. Jika melaksanakan kata-katanya dengan tindakan, Tentara Pembebasan Rakyat tidak akan membiarkan itu terjadi," ujar Su Shuyan, anggota Parlemen Tiongkok. [AP/H-12]


Last modified: 8/3/07