SUARA PEMBARUAN DAILY

Petaka Nanda di Tikungan Pertama

Kendaraan tim Jerman yang dipacu pembalap Nico Hulkenberg menjadi yang tercepat di lintasan Sirkuit Durban pada ajang A1 Grand Prix Afrika Selatan, Minggu (25/2). Nico tampil sebagai juara di Sprint Race dan Feature Race. [AFP/Rajesh Jantilal]

[DURBAN] Keberuntungan belum berpihak pada pembalap tim A1 Indonesia, Ananda Mikola. Berhasil finis di urutan 10 di ajang Sprint Race pada A1 Grand Prix Afrika Selatan, di Sirkuit jalan raya Durban, Minggu (25/2), namun gagal meraih poin di ajang Feature Race. Pembalap yang biasa dipanggil Nanda ini tak mampu menyelesaikan lomba setelah kendaraannya keluar lintasan di putaran kelima dari total 50 putaran yang dilombakan.

Padahal Nanda sempat tampil meyakinkan ketika dia mampu menempati posisi kedua tercepat pada sesi pertama babak kualifikasi, Sabtu (24/2). Penyebab kegagalan Nanda pada balapan Feature Race ini ada di tikungan pertama lintasan. Setelah start, Nanda mencoba masuk ke tikungan dari arah dalam, namun kendaraannya berbenturan dengan kendaraan pembalap tim tuan rumah Afrika Selatan, Adrian Zaugg yang mencoba masuk dari posisi luar. Nanda terpaksa masuk pit akibat adanya kerusakan pada badan kendaraan, dan keluar kembali di posisi ke-18.

Akibat banyaknya terjadi kecelakaan di tikungan pertama itu, kendaraan pengaman (safety car) terpaksa memasuki lintasan dan memandu peserta lomba. Kondisi lintasan sirkuit di Durban sempit dan bergelombang. Karakter sirkuitnya menuntut kemampuan dan konsentrasi pembalap untuk tetap bertahan di jalur balap (race line) yang telah mereka buat. Biasanya di sirkuit jalan raya yang sempit, posisi start menjadi penentu hingga akhir balapan. Karena mendahului (overtaking) di Durban sangat sulit dan hanya dapat dilakukan di lintasan yang agak lebar seperti pada tikungan sembilan. Tidak konsentrasi dapat menyebabkan pembalap celaka, atau menabrak dinding pembatas. Bahkan di Feature Race ini ada 14 tim yang gagal menyelesaikan balapan.

Cetak Rekor

Juara di ajang Sprint Race dan Feature Race diraih pembalap tim Jerman, Nico Hulkenberg. Kemenangan sempurna ini merupakan yang kedelapan kalinya diraih Nico, dan memecahkan rekor kemenangan di A1 GP musim lalu yang dicetak pembalap tim Prancis, Alexander Prematt. Nico dikenal memiliki gerakan refleks yang bagus, mampu melesat dan menjaga jarak dengan pembalap lainnya saat balapan.

"Saya mesti berterimakasih kepada tim yang mampu menyiapkan paket kendaraan yang tepat. Pada balapan kali ini saya beruntung memiliki selisih waktu dengan pesaing hingga 15 detik," ujar Nico, seperti dikutip situs a1gp.com. [L-9]


Last modified: 26/2/07