
Pemain Bandung Tectona Pakuan, Ijan Syamsudin (tengah) gagal menembus pertahanan tim Semarang Pemkot Bank Jateng yang digalang oleh M Ufron (kiri) dan Susilo Hari Wibowo dalam putaran I Proliga 2007 di GOR C'tra Arena, Bandung, Minggu (25/2). Bandung Tectona menang dengan skor 3-1 (25-23, 23-25, 25-22, 25-17). [Pembaruan/Adi Marsiela]
[BANDUNG] Tim Bandung Tectona Pakuan putra, dan Jakarta Electric PLN putri mendulang nilai sempurna di seri pertama putaran pertama kompetisi bola voli Sampoerna Hijau Proliga yang berlangsung di GOR C'Tra Arena, Bandung. Kedua tim sama-sama menggapai dua kemenangan dan langsung memimpin klasemen sementara dengan nilai empat.
Pada pertandingan kedua, Minggu (25/2), Tecto- na mengungguli Semarang Pemkot Bank Jateng 3-1 (25-23, 23-25, 25-22, 25-17). Satu hari sebelumnya, Tectona mengalahkan Jakarta BNI Taplus 3-0.
Pelatih Bandung Tectona, Jeffrey Walandau mengatakan, timnya terlalu memaksakan pola, sehingga permainan menjadi terganggu. Tidak heran bila mereka mendapat perlawanan ketat dari para pemain lawan. "Saya berharap, kemenangan ini menjadi modal yang bagus bagi kami untuk pertandingan di Yogya nanti," kata Jeffrey.
Pelatih Semarang Pemkot, Subowo Winarno mengatakan timnya kurang konsentrasi dengan permainan, terutama di dua set terakhir. Selain itu, kepemimpinan wasit juga mempengaruhi mental timnya. "Saya hitung, ada lima keputusan wasit yang merugikan tim kami. Akhirnya, anak-anak bermain di bawah tekanan dan itu membuyarkan permainan menawan kami seperti di awal pertandingan," katanya.
Sebelumnya, Electric memenuhi target dengan meraih poin penuh pada seri pertama putaran pertama dengan mengalahkan Jakarta BNI Taplus 3-0 (30-32, 25-21, 25-23). Satu hari sebelumnya, Tian Mei dan kawan-kawan mengalahkan Surabaya Bank Jatim 3-2.
Pemain Asing
Kemenangan di Bandung tersebut menurut pelatih Electric, Dennis Taroreh, lebih banyak disebabkan tampilnya pemain asing mereka, Tian Mei. "Dia bermain luar biasa dan itu membawa pengaruh yang sangat baik bagi pemain lokal," katanya.
Kapten tim Electric, Devota Rahawarin mengatakan di set-set awal dia dan rekan-rekannya sempat tegang. "Tapi akhirnya kita bisa mengatasi ketegangan itu, walaupun agak hati- hati," kata pemain asal Papua itu.
Menurut kapten tim Jakarta BNI Taplus, Ni Putu Timy Yudhani Rahayu mengatakan kekalahan timnya dari Electric karena soal pemain asing. "Kita harapkan di Yogyakarta nanti kita sudah punya pemain asing," katanya Timy, yang merupakan patner Devota di voli pantai ini.
Pada partai sebelumnya, tim Yogya Yuso Tomkins gagal memetik kemenangan pada penampilan pertama. Tim legendaris ini kalah 1-3 (25-20, 22-25, 23-25, 18-25) dari Jakarta Sananta.
Pelatih Yuso, Wasit Widodo mengakui kalau tim asuhannya kurang dalam persiapan. Pasalnya, beberapa pemainnya, seperti kapten tim M. Zainuddin belum bisa meninggalkan pekerjaannya di Bank Jatim Surabaya. "Sehingga dia harus mondar-mandir dari Surabaya ke Yogya. Otomatis, persiapan kami terganggu," kata Wasit.
Pemain lainnya yang tidak maksimal dalam tim adalah Andri Widiatmo- ko yang istrinya baru me- lahirkan sehingga tidak bi- sa penuh dalam latihan. [153/W-11]