SUARA PEMBARUAN DAILY

Jepang Bantu Alat Pendeteksi Tanah

[PADANG] Besarnya potensi Sumatera Barat (Sumbar) terkena gempa dan tsunami, menarik simpati dan perhatian Pemerintah Jepang. Perhatian itu direalisasikan dalam bentuk sosialisasi tentang bahaya dan penyelamatan terhadap tsunami. Jepang memberikan alat analisis tanah untuk mengecek kondisi tanah di bagian bawah di Sumbar.

"Dengan alat ini, kita bisa mengetahui apakah tanah tersebut cocok dibuat bangunan bertingkat atau tidak. Artinya, alat ini dapat bermanfaat untuk mengurangi risiko kerugian akibat kerusakan bangunan bila tsunami terjadi," kata Wakil Gubernur Sumbar, Marlis Rahman, seusai pertemuan dengan Asosiasi Insinyur Jepang di Padang, baru-baru ini.

Dikatakan, alat tersebut merupakan bantuan dari Waseda University Jepang. Alat itu penggunaannya cukup sederhana, namun membutuhkan keahlian khusus untuk analisis. Alat ini telah digunakan di Jepang, sehingga lahan-lahan yang memang rentan dan tidak cocok didirikan bangunan, tidak didirikan bangunan di atasnya, namun bisa dialihfungsikan untuk kebutuhan lain seperti pertanian.

Dengan alat itu, tambahnya, juga diberikan rekomendasi apakah lahan tersebut cocok dibangun dua tingkat atau tiga tingkat. "Alat ini dapat dijadikan sebagai bahan rekomendasi jika seandainya ingin mendirikan bangunan bertingkat. Bahkan, Jepang juga akan memberikan alat untuk mengetahui apakah bangunan tersebut tahan gempa atau tidak," katanya.

Dipilihnya Sumbar oleh Jepang sebagai titik bantuan karena Sumbar wilayah yang berpotensi terjadi tsunami di dunia. Bantuan ini, sangat berguna untuk mempersiapkan bangunan dalam menghadapi gempa dan tsunami. "Kita mengharapkan bukan hanya bantuan ini saja, melainkan juga diberikan bantuan sosialisasi yang selama ini juga telah dilakukan mahasiswa Jepang ke anak sekolah SD dan SMP. Ke depan kita meminta juga diberikan sosialisasi kepada mahasiswa," katanya.

Pada kesempatan itu, asosiasi insinyur Jepang minta kepada Sumbar untuk melengkapi alat global positioning system (GPS) yang mencatat secara berkala. Selain Jepang, akhir Maret ini juga ada bantuan untuk mendeteksi tsunami dari Prancis. [BO/M-11]


Last modified: 26/2/07