[MEDAN] Teka-teki anjloknya kereta api (KA) jurusan Medan-Tanjung Balai di Desa Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (6/2), terjawab. Kecelakaan disengaja oleh delapan warga setempat, dengan memalangkan lempengan besi yang dicor menggunakan semen.
"Tujuannya untuk melakukan aksi penjarahan terhadap penumpang KA tersebut bila memang berhenti melaju," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Nuruddin Usman melalui Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut, Kombes Pol Ronny F Sompie kepada Pembaruan di Medan, pekan lalu.
Dikatakan, kasus ini terungkap setelah pihak kepolisian menahan empat di antara delapan pelaku yang mengancam keselamatan penumpang. Keempatnya telah ditahan setelah menjalani pemeriksaan polisi di Polda Sumut. Para tersangka yakni Joko Leo (22), warga Kampung Sebrang Sei Rampah; Legiman alias Jalak (27), warga Dusun VI Desa Firdaus; Supriadi (28) dan Mulyadi (25), keduanya warga Dusun IV Desa Firdaus, Serdang Bedagai.
"Pemeriksaan sementara, mereka melakukan hal tersebut untuk melakukan penjarahan atas penumpang KA. Namun, karena anjloknya KA menghebohkan masyarakat, mereka membatalkan rencana tersebut," ujarnya.
Kasus anjloknya KA itu tidak hanya dilakukan oleh empat orang tersangka. Pelaku yang merencanakan kejahatan itu ada delapan orang. Mereka mempersiapkan dengan mengecor besi dengan beton pada malam sebelum kejadian di siang hari itu. Terungkapnya kasus tersebut berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan keterangan saksi-saksi, malam sebelum kejadian di antara masyarakat ada yang melihat para pelaku di sekitar rel KA tersebut.
"Ada yang melihat mereka saat sedang mengerjakan sesuatu. Begitu kejadian, mereka masih ada di lokasi. Polisi kemudian mengamankan mereka untuk dimintai keterangan, dikonfrontir dengan pengakuan saksi sebelumnya," katanya.
Keempat tersangka itu pun akhirnya mengakui perbuatannya. Namun, mereka membantah melakukan sabotase. "Empat rekan mereka yang terlibat masih diburu anggota. Identitas mereka yang diburu itu sudah diketahui," sebutnya. [AHS/M-11]