SUARA PEMBARUAN DAILY

Cegah Banjir di Bandung Selatan

Normalisasi DAS Citarum Butuh Dana Rp 10 Triliun

[BANDUNG] Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Paskah Suzetta menyetujui permintaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk menormalisasi daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Tindakan ini dapat mencegah banjir yang terjadi setiap tahunnya di daerah cekungan Bandung.

"Kalau tidak segera dikendalikan bisa mengganggu seluruh arus sungai di Jabar termasuk wilayah Jakarta," tegasnya kepada wartawan seusai melakukan kunjungan ke lokasi banjir di Kampung Cipatat, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jabar, Minggu (25/2).

Untuk dapat menormalisasi DAS Citarum, Paskah memperkirakan dana yang dibutuhkan berkisar antara Rp 5 triliun hingga Rp 10 triliun. Jumlah tersebut, sambungnya, belum termasuk biaya pengendalian untuk kepentingan air bersih, listrik dan banjir. "Kalau menyeluruh bisa mencapai Rp 30 triliun," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Paskah menyatakan akan mengusahakan agar dana itu bisa dipenuhi oleh pemerintah pusat. Pasalnya, perbaikan tersebut dapat menanggulangi banjir di Bandung selatan dan juga DKI Jakarta.

"Jika perlu akan dimasukkan dalam (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN) tahun 2007. Benefit-nya akan cukup baik. Bisa juga untuk pengelolaan air bersih dan penambahan tenaga listrik," katanya.

Bantuan Rutin

Menurut Paskah, selama ini pemerintah sudah mendapatkan bantuan rutin dari pihak swasta untuk melakukan optimalisasi, perbaikan, serta pembebasan lahan di kawasan itu. Besarannya mencapai Rp 420 miliar.

"Ada anggaran rutin dari pihak swasta yang berasal dari Jepang dan telah bekerja sama dengan Balai Pengendalian Citarum sejak tahun 2002 hingga 2008. Namun, angka ini akan di-review kembali," tambahnya.

Terkait dengan pemanfaatan di masa mendatang, perbaikan DAS Citarum itu akan bisa memberikan kontribusi pengendalian air bersih dan pembangkit tenaga listrik yang ada di Purwakarta, Jabar.

"Jika DAS Citarum bisa dioptimalkan dan kita perbaiki, maka ketersediaan air bersih dan kontribusi listrik yang ada di Jabar, Jakarta, bahkan Banten akan terpenuhi. Saat ini pembangkit listrik yang ada di Purwakarta memberikan kontribusi 80 persen listrik yang ada di Jakarta. Begitu juga dengan air," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Nu'man Abdul Hakim yang mendampingi Paskah mengatakan, pihaknya akan berupaya secara optimal agar dapat melakukan perbaikan dan normalisasi Sungai Citarum.

Namun, untuk anggaran yang akan digunakan, Nu'man mengaku, Pemerintah Provinsi Jabar tidak memiliki dana yang cukup besar tersebut.

"Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kita tidak akan mampu untuk memperbaiki DAS Citarum," ujarya. [153]


Last modified: 26/2/07