Ketua parlemen Portugal, Jaime Gama menandatangani pembentukan Kelompok Persahabatan Indonesia-Portugal yang merupakan kaukus Indonesia di parlemen negara itu. Menurut Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Lisabon, seperti dikutip Antara, Sabtu (24/2), kaukus itu diharapkan menjadi ajang diplomasi tingkat parlemen yang dapat mempererat kerja sama dua negara. Selain itu, pada 13 Februari 2007 dibentuk Grup Kerja Sama Bilateral DPR RI dengan Parlemen Portugal yang dipimpin Wakil Ketua DPR, AM Fatwa. Kedubes Indonesia untuk Portugal berharap, kaukus itu menjadi sarana pertukaran informasi yang lebih baik sehingga memperkokoh persahabatan Indonesia-Portugal. [O-1]
Jepang kembali meluncurkan satelit mata-mata. Menurut Kantor Berita Kyodo, Sabtu (24/2), satelit itu diluncurkan untuk melengkapi kemampuan Jepang dalam memantau aktivitas di dunia, terutama mengamati program nuklir Korea Utara yang dianggap sebagai ancaman bagi Jepang. Satelit mata-mata keempat Jepang itu diluncurkan dengan menggunakan Roket H-2A. Peluncuran dilakukan di sebuah pulau di selatan Jepang. Peluncuran satelit mata-mata itu merupakan program yang telah dirancang lama dan memakan dana jutaan miliar dolar AS. Namun, banyak kalangan yang meragukan kemampuan satelit itu untuk memantau program nuklir Korut. [AP/O-1]
Pesawat yang membawa Wakil Presiden Amerika Serikat, Dick Cheney mendarat darurat di Pangkalan Udara Militer Singapura, Paya Lebar, Minggu (25/2). Menurut seorang staf di Kedutaan Besar AS di Singapura, pesawat itu mengalami gangguan listrik dan mengisi bahan bakar. Pesawat itu berada di Paya Lebar selama satu jam 40 menit. Pesawat itu mendarat di Singapura setelah meninggalkan Australia untuk menuju Oman.
Selama berhenti di Singapura, Cheney tidak turun dari pesawat atau bertemu dengan pejabat dan tokoh di negara itu. Menurut seorang pejabat Gedung Putih, pesawat Cheney itu dalam kondisi baik dan pendaratan di Singapura sudah direncanakan sebelumnya. [AP/O-1]
Kapal kargo yang berisi bantuan pangan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Minggu (25/2), dibajak. Kapal dengan nama NV Rozen itu membawa 900 metrik ton bantuan pangan ke kawasan Puntland di timurlaut Somalia. Menurut Juru Bicara Program Pangan Dunia (WFP), Stephanie Savariaud, kapal dibajak ketika sudah mendekati tujuan. Belum ada kabar tentang nasib 12 awak kapal itu. Awak kapal itu terdiri dari enam warga Sri Lanka dan enam warga Kenya. WFP juga belum mengetahui jumlah pelaku yang sampai kini belum menyampaikan permintaan. [AP/O-1]