SUARA PEMBARUAN DAILY

Bom Bunuh Diri di Baghdad, 41 Orang Tewas

Pelaku Diduga Kuat Wanita

[BAGHDAD] Sebuah bom bunuh diri meledak di sebuah sekolah bisnis, Universitas Mustansiriyah, Baghdad, Minggu (25/2). Akibat bom yang diduga diledakkan oleh seorang wanita itu 41 orang tewas.

Bom meledak di gerbang kampus universitas yang merupakan pendukung Kelompok Syiah. Korban tewas kebanyakan mahasiswa universitas itu. Buku catatan kuliah dan kertas berserakan di antara tubuh korban yang tewas dan cedera.

Menurut beberapa saksi mata, seorang wanita terlihat keluar kampus saat ledakan terjadi. Kementerian Dalam Negeri Irak menyatakan, aparat masih menyelidiki laporan itu. Bulan lalu, juga terjadi ledakan bom di gedung utama kampus itu dan menewaskan 70 orang.

Serangan itu terjadi saat Pemimpin Kelompok Syiah, Muqtada al-Sadr menuding AS telah gagal menciptakan keamanan di Baghdad. Oleh karena itu, pemimpin yang sempat dikabarkan melarikan diri ke Iran itu akan berpikir dua kali untuk bekerja sama dengan AS.

Al-Sadr selalu mengkritik pasukan AS dan Irak yang tidak mampu mengamankan Baghdad. Menurut dia, bom akan terus meledak walau AS terus meningkatkan penjagaan keamanan.

Situasi politik di Irak diperkirakan tidak menentu dalam beberapa hari ke depan setelah Presiden Jalal Talabani (73 tahun) sakit. Kemarin, Talabani dibawa ke rumah sakit di Yordania untuk menjalani perawatan. Putra Talabani, Qubad Talabani mengatakan, ayahnya sakit biasa, bukan karena serangan jantung seperti yang diberitakan.

"Di sini, kita menyaksikan bom mobil terus meledak sehingga ribuan orang tak berdosa menderita," ujar seorang pembantu al-Sadr.

Selain ledakan bom di Universitas Mustansiriyah, serangan roket terjadi di sebuah distrik yang mayoritas dihuni warga Syiah. Akibat serangan itu, 18 orang tewas.

Tentang peristiwa di kampus itu, saksi mata mengatakan, petugas keamanan kampus terlihat berseteru dengan seorang wanita sebelum bom yang dibawanya meledak. Selain korban yang tewas, 46 orang juga cedera dalam peristiwa itu.

Aksi bom bunuh diri dengan pelaku wanita memang tidak biasa terjadi di Irak. Kampus utama Universitas Mustansiriyah pernah diledakan oleh dua bom mobil. Situasi kampus saat ini memang sedang ramai karena mahasiswa sedang menjalani ujian pertengahan semester.

Muhamad Nasir, mahasiswa berusia 22 tahun, mengaku melihat keributan di gerbang kampus. "Tak lama setelah itu, terdengar suara ledakan keras. Saya tidak merasakan apa-apa selama kurang lebih 15 menit sampai akhirnya saya sadar kalau sudah berada di rumah sakit," kata Nasir yang menderita luka di kepala dan bahu. [AP/O-1]


Last modified: 26/2/07