![Penelope Cruz [Foto: AFP]](26oscarp.gif)
Sutradara asal Jerman, Florian Henckel von Donnersmarck meraih Piala Oscar untuk Film Asing Terbaik [Foto: AFP]
iap tahunnya, ajang Academy Award yang memperebutkan Piala Oscar selalu dibumbui dengan kontroversi. Tahun lalu, isu homoseksual yang dihadirkan Brokeback Mountain menjadi kontroversi paling nyata di tengah masyarakat film. Tahun ini, kontroversi tidak bersumber pada satu masalah saja. Terdapat beberapa masalah yang menjadikan ajang ini lebih menarik.
Salah satunya adalah Martin Scorsese yang dikenal sebagai "langganan terbanyak" nominee sutradara terbaik Oscar. Nominee Academy Awards ke-79 ini merupakan keenam kalinya di deretan sutradara terbaik. Tahun 2007 adalah penentu apakah Scorsese akan kalah lagi, seperti yang pernah ia alami lima kali sebelumnya. Jika ia kembali kalah, namanya mungkin akan masuk ke daftar rekor dunia sebagai sutradara dengan nominasi dan kekalahan terbanyak dalam ajang Academy Awards.
Scorsese masuk ke deretan sutradara terbaik tahun ini lewat filmnya The Departed. Banyak yang memprediksi, inilah momen yang akhirnya akan mewujudkan impian pria berdarah Italia itu untuk memenangkan piala Oscar. Apalagi, dalam ajang Director's Guild of America Award lalu, Scorsese berhasil memenangkan gelar sutradara terbaik. Biasanya, pemenang ajang tersebut pasti akan selalu memenangkan piala Oscar.
Sayangnya, Scorsese menghadapi persaingan ketat dan traumatis dari rival terberatnya, Clint Eastwood. Film karya Eastwood, Letters from Iwo Jima, berhasil menempatkannya dalam deretan sutradara terbaik dan film terbaik pada ajang Academy Awards tahun ini.
Dua tahun lalu, Scorsese menelan kekalahan dari Eastwood. Filmnya The Aviator dikalahkan secara telak oleh karya Eastwood, Million Dollar Baby, dalam kategori sutradara dan film terbaik. Tahun ini, sejarah kembali berulang.
Apalagi, selain dihadang Eastwood, pesaing Scorsese lainnya tak kalah berat. Nama Stephen Frears, Paul Greengrass, dan Alejandro Gonzalez Inarritu menjadi batu sandungan lain bagi Scorsese untuk memenangkan piala Oscar perdananya tahun ini. Frears dinominasikan lewat film The Queen, Greengrass lewat United 93, dan Inarritu lewat Babel.
Sebelumnya, Scorsese pernah hampir meraih Oscar lewat lima film berkualitas yang dibuatnya. Film seperti Raging Bull, The Last Temptation of Christ, Goodfellas Gangs of New York dan The Aviator membuatnya sejajar dengan Alfred Hitchcock dan Robert Altman sebagai sutradara dengan nominasi Oscar terbanyak. Jika tahun ini gagal lagi, Scorsese akan menjadi sutradara dengan rekor kekalahan terbanyak dalam Oscar.
Multikulturalisme
Selain kontroversi tentang masuknya Scorsese untuk keenam kalinya dalam nominasi sutradara terbaik, Academy Awards tahun ini juga dibumbui dengan isu ras di jejeran nominee dan pengisi acaranya. Ini membuktikan, Oscar tidak hanya untuk orang AS saja.
Dari 20 nominasi aktor dan aktris, seperempatnya diduduki oleh nominee dari Negara asing. Babel mengantarkan dua aktrisnya, Adriana Barraza asal Meksiko dan Rinko Kikuchi dari Jepang sebagai nominee aktris pendukung terbaik. Cate Blanchett masuk ke dalam nominasi yang sama lewat film Notes on a Scandal. Penelope Cruz asal Spanyol masuk nominasi aktris terbaik lewat Volver.
Tiga aktris asal Inggris, Kate Winslet lewat Little Children, Judi Dench lewat Notes on a Scandal dan Helen Mirren lewat The Queen, bersaing dalam kategori aktris terbaik. Aktor lainnya adalah Djimon Hounsou asal Benin mendapatkan nominasi Oscar pertamanya dalam kategori aktor pendukung terbaik lewat Blood Diamond.
Hal serupa juga terjadi di kategori film terbaik. Babel memberikan beberapa kisah berbagai manusia di berbagai negara yang disatukan ke dalam sebuah jalinan cerita. Sementara The Queen menceritakan kisah keluarga kerajaan Inggris, terutama Ratu Elizabeth II, pascameninggalnya Putri Diana.
Dari judulnya, Letters from Iwo Jima sudah memberikan petunjuk mengenai negara yang menginspirasi film ini. Karya Eastwood tersebut memang merupakan kisah perang di Jepang yang dibuat dalam bahasa Jepang. Sementara The Departed, meski dibuat oleh sutradara AS berdarah Italia dengan bintang-bintang AS, kisahnya sendiri merupakan adaptasi dari film Hong Kong terkenal, Infernal Affairs. Hanya Little Miss Sunshine saja lah yang mengisahkan tentang kehidupan warga AS.
Hal lain yang menarik adalah peluang kemenangan tiga aktor Afrika Amerika sekaligus dalam ajang ini. Mereka adalah Forest Whitaker, nominee aktor terbaik lewat The Last King of Scotland, Eddie Murphy, nominee aktor pendukung terbaik lewat Dreamgirls dan Jennifer Hudson, nominee aktris pendukung terbaik lewat Dreamgirls.
Apalagi, mereka sudah menikmati kemenangan dalam berbagai ajang yang digelar sebelum Oscar seperti Golden Globes, BAFTA Awards dan Screen Actors Guild Awards. Jika ketiganya menang dalam Academy Awards, momen ini akan tercatat dalam sejarah karena peristiwa seperti itu belum pernah terjadi.
![Aktris Jepang Rinko Kikuchi yang membintangi film Babel [Foto: AP]](26oscarr.gif)
Protes Putra Idi Amin
Masuknya Forest Whitaker dalam nominasi actor terbaik lewat perannya sebagai Idi Amin dalam The Last King of Scotland memancing protes. Protes tersebut datang dari putra mantan diktator Uganda itu sendiri, Jaffar Amin.
Menurutnya, Whitaker gagal dalam menampilkan sosok Idi Amin yang tinggi dan berkuasa. Keluarga Amin telah menghindari media massa selama lebih dari dua dekade. Namun, karena sekarang film The Last King of Scotland mengembalikan Idi Amin ke dalam pusat perhatian, Jaffar ingin memberikan sudut pandangannya sebagai seorang anak.
"Ayah adalah satu-satunya orang yang pernah dituduh dan dipenjara, didera berbagai opini tanpa pernah sampai ke pengadilan, tutur Jaffar yang kini berusia 40 tahun.
Meski ia tidak menolak adanya pembunuhan yang terjadi selama sang ayah memerintah Uganda, Jaffar mengatakan film tersebut memadukan banyak citra negatif. Ia juga memahami bahwa membuat Idi Amin sebagai seorang manusia biasa merupakan perang yang sangat sulit.
"Citra ayah saya tak bisa diubah. Jika saya membawa sebuah pemahaman, itu akan berpengaruh sangat kecil karena ia sudah dikotakkan ke dalam sebuah citra dan membawanya keluar dari citra itu akan membutuhkan ribuan tahun. Namun saya percaya ayah saya takkan protes tentang pendapat masyarakat itu," katanya.
Jaffar telah mematahkan sumpah keluarganya untuk tetap diam tanpa komentar tentang ayah mereka. Saat ini ia mengaku tengah menulis buku untuk memberikan sudut pandang lain tentang ayahnya yang sering digambarkan sebagai tokoh yang brutal, kejam dan eksentrik.
The Last King of Scotland diputar di Uganda pertama kali pekan lalu dan dirilis secara umum di Negara itu Jumat lalu. Whitaker, James McAvoy dan sutradara Kevin MacDonald menghadiri pemutaran perdananya, bersama Presiden Uganda, Yoweri Museveni.
Tak satupun keluarga Amin yang hadir. Namun Jafar mengaku sudah menyaksikan film tersebut dalam versi DVD, yang merupakan versi fiksi atas pemerintahan Amin.
"Banyak karakter dan pembawaan ayah yang dilakukan dengan benar. Namun masalah terbesar adalah cara berjalan. Forest tidak berhasil melakukannya karena cara jalan mereka berbeda," tuturnya.
Meskipun demikian, protes terbesar yang dilancarkan Jaffar adalah tentang penggambaran Kay Amin, istri keempat sang diktator. Jaffar mengaku tinggal bersamanya di sebuah rumah resmi Negara dan ia mendeskripsikan Kay sebagai ibu kedua baginya. Dalam film, Kay dibunuh karena selingkuh dengan Dr Garrigan, psikolog pribadi Amin. Tubuhnya dimutilasi.
"Bagian paling menyakitkan bagi saya adalah adegan yang mempermalukan karakter salah satu ibu terbaik kami. Ia mati dalam kondisi tragis dan mereka menjadikannya seseorang yang bukan dirinya. Ia adalah perempuan yang terhormat. Ia tak akan berselingkuh seperti yang ditampilkan di film," tutur Jaffar dengan nada sedih.
Hemat Energi
Di samping kontroversi, protes dan demonstrasi dalam bentuk lain juga dilancarkan para selebriti Hollywood dengan memanfaatkan momentum Oscar. Salah satunya adalah aksi kampanye hemat energi. Beberapa selebriti menolak menggunakan sedan limosin yang selalu menjadi tumpangan wajib ke perhelatan akbar ini. Mereka lebih memilih menggunakan mobil ramah lingkungan, Toyota Prius.
Salah satu di antara selebriti yang ikut kampanye bertajuk Red Carpet-Green Cars itu adalah Leonardo DiCaprio yang memang seorang pecinta lingkungan sejati. DiCaprio yang menjadi nominee dalam kategori aktor terbaik lewat Blood Diamond ini datang dengan Toyota Prius-nya. [berbagai sumber/D-10]