SUARA PEMBARUAN DAILY

Rencana Penutupan Sogo Plaza Indonesia Resahkan Karyawan

[JAKARTA] Pengelola Sogo Department Store akan menutup gerainya di Plaza Indonesia mulai 28 Februari 2007. Rencana penutupan Sogo, yang sudah beroperasi di sana sejak 1 Maret 1990, karena PT Panen Lestari Internusa (PLI) sebagai induk perusahaan department store itu memutuskan tidak meneruskan sewa gedung di Plaza Indonesia.

Sejak dibuka, Sogo yang menjadi pionir tumbuhnya gerai berkelas premium, berkembang di sejumlah kota-kota besar. Di Jakarta, selain di Plaza Indonesia juga terdapat di Kelapa Gading Jakarta, Pondok Indah, dan Plaza Senayan. Perusahaan itu juga membuka gerai di Surabaya, Denpasar, Medan, dan Bandung

Pengembangan tersebut pun telah menyerap cukup banyak tenaga kerja. Jika pada tahun 1990, Sogo hanya memiliki 500 pekerja, pada tahun 2007 jumlah pekerjanya telah mencapai 3.200. Khusus di Sogo, Plaza Indonesia terdapat 362 karyawan.

Berkait rencana penutupan Sogo Department Store di Plaza Indonesia, dalam siaran pers Serikat Pekerja Mandiri Sogo Indonesia, yang diterima Pembaruan, Selasa (13/2), di Jakarta, menimbulkan keresahan para pekerjanya. Ratusan pekerja itu resah lantaran, sampai saat ini, pihak PLI tidak memberikan penjelasan mengenai jumlah pekerja yang akan dimutasikan ke gerai Sogo lainnya atau yang akan dikenakan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Pihak manajemen PT PLI ternyata telah memanggil secara diam-diam 34 pekerja dan memecat mereka tanpa melibatkan serikat pekerja. Ini yang membuat karyawan lainya merasa cemas dengan rencana penutupan Sogo Plaza Indoensia," kata Sekretaris Umum Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM), Odie Hudiyanto, dalam siaran pers itu.

Aneh

Menurut dia, rencana penutupan Sogo Plaza Indonesia dirasakan aneh karena pada saat bersamaan PT Mitra Adiperkasa Tbk selaku pemilik 90 persen saham PT PLI berencana membuka gerai baru bernama Seibu di Grand Indonesia yang berseberangan dengan Plaza Indonesia.

Seibu adalah gerai yang termasuk ritel premium terbesar di Indonesia. Pembukaan gerai Seibu di Grand Indonesia membutuhkan sekitar 800 pekerja. "Makanya, kami minta keadilan bagi para karyawan Sogo Plaza Indonesia karena tidak ada jaminan mengenai kelangsungan hubungan kerja mereka dengan pihak PT PLI," ujar Odie.

Menurut dia, Direktur PT PLI, Indrawana, pada tanggal 7 Fe- bruari mengadakan pertemuan dengan pihak serikat pekerja untuk membahas penutupan Sogo Plaza Indonesia dan dampaknya terhadap para pekerja. Dalam pertemuan itu tidak ada penjelasan mengenai berapa jumlah pekerja yang dimutasikan dan berapa yang bakal terkena PHK.

Sebelumnya, perusahaan pun memanggil secara diam-diam 34 pekerja untuk menerima pemecatan tanpa melibatkan serikat pekerja. Dari 34 pekerja tersebut dapat dipastikan adalah para pekerja yang memiliki kondite dan prestise yang baik selama bekerja. Bahkan ada di antaranya yang menjadi pekerja terbaik di Sogo.

Mereka menolak rencana pemecatan tersebut, sehingga menimbulkan keresahan. Upaya meredam keresahan telah dilakukan pengurus Serikat Pekerja Mandiri Sogo Indonesia dengan mengeluarkan sebuah maklumat. Namun upaya tersebut malah ditanggapi negatif oleh direksi. Ketua SPM Sogo Indonesia, Patris Jaya dan Andhika, Ketua Sogo Cabang Plaza Indonesia diberi teguran keras dan diancam PHK. [J-9]


Last modified: 13/2/07