![]()
Pemain klub Newcastle United, James Milner (kiri) diganjal oleh pemain Chelsea, Paula Ferreira dalam pertandingan babak perempat final Piala Liga Inggris di Stadion St James Park, Newcastle, Inggris, Rabu (20/12). Chelsea menang 1-0 dan lolos ke babak semifinal. [AFP/Paul Ellis]
[LONDON] "Drogba Lagi, Droga Lagi". Begitulah judul berita dalam sebuah harian terbitan Inggris, Kamis (21/12). Didier Drogba, striker kelahiran Pantai Gading yang bermain di klub "The Blues" Chelsea, memang pantas menjadi topik utama berita di surat kabar karena dia telah melakukan sesuatu yang sensasional di lapangan hijau.
Setelah empat hari lalu di Kota Liverpool, dia menjadi penentu kemenangan 3-2 Chelsea atas tuan rumah Everton lewat gol spektakulernya yaitu tendangan dari jarak 40 meter, pemain bertubuh jangkung tersebut kembali melakukan hal yang sama untuk kejayaan Chelsea di Stadion St James Park, Newcastle.
Hanya saja, kisah kepahlawanan Drogba kali berbeda. Saat di kandang Everton, dia menjadi pahlawan Chelsea untuk pertandingan di Liga Utama Inggris. Sementara di Newcastle, kepahlawanan Drogba terukir setelah gol tunggalnya yang dia buat di menit ke-79, menentukan kemenangan Chelsea atas tuan rumah "The Magpies" Newcastle pada babak perempat final Piala Liga Inggris. Gol tunggal Drogba itulah yang membawa Chelsea lolos ke babak semifinal.
Drogba, yang dimainkan pelatih Chelsea, Jose Mourinho pada menit ke-72 menggantikan striker asal Ukraina, Andriy Shevchenko, hanya membutuhkan waktu tujuh menit dari penampilannya untuk menggedor gawang Shay Given. Tendangan keras kaki kanan Drogba dari sudut kiri kotak penalti Newcastle, tidak kuasa dibendung Given.
Bagi Drogba, satu gol dibuatnya itu menambah pundi-pundi golnya untuk Chelsea menjadi 17 gol dalam beberapa penampilannya di berbagai kompetisi di musim ini, seperti Liga Utama Inggris, Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga Inggris. Dengan begitu, Drogba merupakan pencetak gol terbanyak di Chelsea saat ini meskipun di klub tersebut terdapat sejumlah pemain haus gol seperti Shevchenko.
Dan, bagi Newcastle, sosok Droga benar-benar merupakan hantu yang selalu datang dalam mimpi buruk pasukan Newcastle. Pasalnya, Drogba pulalah yang menjadi penentu kemenangan Chelsea atas Newcastle saat kedua tim bertanding di arena Liga Utama Inggeris di Stadion Stamford Bridge, London, 13 Desember lalu.
Hotspur Lolos
Pada pertandingan lainnya di malam yang sama, sukses serupa juga digapai klub asal Kota London lainnya, Tottenhan Hotspur. Hotspur lolos setelah mengalahkan Southend 1-0 lewat gol Jermaine Defoe di menit ke-115 saat perpanjangan waktu di Sadion White Hart Lane, London. Defoe menjadi pahlawan Hotspur lewat gol tendangan kaki kanannya menyongsong umpan silang yang dilepaskan striker asal Mesir, Mido.
Selain Chelsea dan Hotspur, tim lainnya yang lebih dahulu lolos ke semifinal adalah Wycombe. Klub anggota divisi dua Liga Inggris ini lolos setelah menghepaskan Charlton Athletic 1-0 dalam pertandingan hari Selasa lalu.
Sementara satu semifinalis lainnya akan ditentukan lewat pertarungan antara Liverpool versus Arsenal. Sebenarnya pertandingan yang berlangsung di Stadion Anfield, Liverpool tersebut digelar hari Selasa lalu. Akan tetapi, karena cuaca buruk dan kabut tebal, pertandingan itu terpaksa ditunda. Kemungkinan besar pertandingan itu akan digelar pada tanggal 9 Januari mendatang. [AP/F-4]