SUARA PEMBARUAN DAILY

Sejak BBM Naik, Ratusan Kapal Ikan Dijual

[PEKALONGAN] Sejak naiknya harga BBM, banyak nelayan di Pantai Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), yang tidak melaut karena tak mampu membeli BBM dan perlengkapan lainnya seperti es batu dan perbekalan. Akibatnya, banyak kapal yang dibiarkan menongkrong.

"Pada beberapa bulan terakhir ini, bahkan sudah ratusan kapal ikan di Kota Pekalongan terpaksa dijual oleh pemiliknya," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pekalongan, Rasdjo Wibowo, kepada Pembaruan, Kamis (21/12).

Hal itu terkait dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan sulitnya mendapatkan ikan di laut. Kini kondisi pemilik kapal ikan semakin terpuruk karena tidak mampu lagi menopang beban biaya operasional.

Sebagian besar pemilik kapal maupun nelayan tidak berani melaut mencari ikan karena biaya perbekalan sudah tidak seimbang lagi dengan harga jual hasil tangkapan ikannya.

Keterpurukan pemilik kapal dan nelayan ini, semakin parah, karena sering terjadi konflik antarnelayan di area penangkapan ikan dan over fishing di perairan Laut Jawa.

Diundangkannya undang-undang otonomi daerah menyebabkan area penangkapan ikan di laut menjadi sempit. Hal mengakibatkan hasil tangkapan ikan nelayan akan berkurang,

Menurut dia, setiap kapal nelayan melaut memerlukan biaya perbekalan yang cukup tinggi sampai jutaan rupiah atau Rp 250 ribu per hari. Sementara pemilik kapal dihadapkan pada persoalan hasil tangkapan ikan yang cenderung berkurang dan harga lelang ikan yang terus merosot.

Menurut data yang ada di HNSI, pada 2004 jumlah kapal jenis pursesaine di Pekalongan sebanyak 600-an buah, tetapi saat ini menjelang akhir 2006 tinggal 400-an buah kapal. "Dari 400-an kapal ini, hanya sekitar 120-an kapal yang berani melaut" katanya.

Para nelayan di Kota Pekalongan mengaku resah terhadap kondisi yang sedang dialami dan tidak bisa berbuat-apa-apa. Mereka hanya berharap pemerintah segera membantu keterpurukan ini.

Mereka tidak berani melaut karena setiap berangkat menangkap ikan selalu merugi. Sementara mereka juga harus menghidupi kebutuhan keluarga. [WMO/M-11]


Last modified: 21/12/06