SUARA PEMBARUAN DAILY

Koleksi Gading Kebun Binatang Bandung Dicuri

Tidak seperti biasanya, Rabu (20/12), Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, tiba-tiba saja didatangi sejumlah wartawan dan petugas kepolisian. Penyebabnya, tiada lain, raibnya dua pasang gading gajah yang sehari-hari disimpan di dalam museum Kebun Binatang Bandung.

Hilangnya gading ini menambah sejarah pencurian di tempat tersebut. Kasus ini merupakan pencurian yang keenam kalinya terjadi di sana dalam 10 tahun.

Kepala Bagian Umum Kebun Binatang Bandung, Dadang Danumihardja menuturkan sebelumnya telah terjadi pencurian binatang seperti burung beo, cenderawasih, dan buaya. "Keamanan menjadi titik lemah organisasi Kebun Binatang Bandung," ungkap Dadang kepada wartawan, Rabu siang.

Kejadian ini baru diketahui, Rabu (20/12) sekitar pukul 07.00 WIB saat petugas kebersihan Kebun Binatang Bandung, Lili (40) hendak membersihkan museum tersebut. Dia kaget mendapati kaca bagian kamar belakang museum pecah dan pintu menuju museum dibobol.

Merasa penasaran, Lili memeriksa ke dalam museum dan dia tidak mendapati dua pasang gading yang biasanya disimpan dalam sebuah etalase berukuran 5 x 1,5 meter. Gading yang disimpan di etalase paling atas bersama dengan ofsetan (awetan) satwa liar itu telah tiada. "Ketika diperiksa, ada dua bilah tatah yang tertinggal di ruangan. Jendela kaca sudah terbuka setelah sebelumnya dicongkel," tandas Lili seraya menambahkan koleksi tersebut sudah dipajang selama 10 tahun.

Sangat Gelap

Gading yang hilang itu sudah berusia belasan tahun dan berasal dari dua gajah milik Kebun Binatang Bandung, Simon dan Gabeng, yang masih hidup hingga kemarin. Masing-masing gading tersebut berukuran panjang sekitar 30 hingga 40 sentimeter.

Setelah melaporkan kejadian ini kepada Polisi Sektor Kota Coblong, enam orang pegawai dan tukang bangunan yang tengah mengerjakan pintu gerbang baru di sebelah utara Kebun Binatang Bandung diperiksa petugas polisi.

Saat kejadian, area kebun binatang Bandung seluas 14 hektare dijaga oleh sejumlah petugas keamanan yang melakukan patroli setiap satu jam sekali. Sampai patroli terakhir berlangsung pagi hari, tidak ada kecurigaan dua pasang gading sudah lenyap dari museum.

Menurut Dadang, dengan luas 14 hektare, jumlah satuan pengaman hanya 15 orang. Sedangkan pada malam hari kondisi Kebun Binatang Bandung sangat gelap. Hanya beberapa saja lampu yang menyala. Selain itu keberadaan taman kota yang sudah berdiri semenjak zaman Belanda ini berbatasan langsung dengan jalan raya, rumah penduduk dan perkantoran.

Dia memperkirakan pencurian dilakukan malam hari. Pasalnya, pada saat itu petugas pengamanan tengah berada di gerbang depan. Sementara posisi museum berada jauh di tengah Kebun Binatang Bandung.

Meskipun pihak Kebun Binatang Bandung belum menyatakan berapa kerugian yang dideritanya, sebagai informasi, harga satu batang gading di pasaran Pulau Adonara, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp 5 juta hingga Rp 50 juta tergantung dari besar dan panjangnya gading. [Pembaruan/Adi Marsiela]


Last modified: 21/12/06