[SURABAYA] Sebanyak 5.000 ekor daging bebek impor ilegal dari Republik Rakyat China (RRC), yang dikirim melalui Malaysia, diduga banyak beredar dan dikonsumsi masyarakat di Jawa Timur (Jatim). Negara pengirim ini endemis avian influenza (AI), sehingga ditakutkan daging itu akan membawa virus AI masuk Indonesia.
"Dugaan masuknya bebek ilegal semakin kuat, setelah ditemukan bebek impor ilegal di gudang PT Cita Selera di Jalan Ngagel 179 Blok 27 Surabaya pekan lalu, senilai Rp 49.500.000 oleh Intelijen Dinas Peternakan Jatim," kata Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Masyarakat dan Veteriner, Dinas Peternakan Jatim, Triono S, di Surabaya, Rabu (20/12).
Dikatakan, Dinas Peternakan Jatim sudah lama mencurigai adanya daging bebek ilegal yang masuk di pasaran. Namun, karena belum cukup bukti, pihaknya belum berani mengambil tindakan. Setelah cukup bukti, maka dilakukan tindakan.
"Modus operandi masuknya daging bebek impor ilegal ke daerah ini antara lain, pelaku mencampur daging bebek ilegal dengan buah-buahan dan ikan. Bahkan, kemasan daging diubah dengan wadah karton buah-buahan atau ikan impor, serta tulisan biasanya diubah dengan menggunakan huruf kanji (Tung Yak) yang berarti bebek dingin beku," katanya. [080]