SUARA PEMBARUAN DAILY

2007, Dana Penanggulangan Kemiskinan Rp 51 Triliun

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyematkan penghargaan Satya Lencana Karya kepada salah satu PNS yang mengabdi selama 30 tahun, dalam acara puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Stadion Manahan Solo, Rabu (20/12). [Pembaruan/Fuska Sani Evani]

[SOLO] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, tahun 2007 pemerintah menyiapkan anggaran Rp 51 triliun untuk penanggulangan kemiskinan. Anggaran tersebut setiap tahun mengalami peningkatan. Sejak tahun 2004, disediakan anggaran Rp 18 triliun. Sedangkan tahun 2005 meningkat menjadi Rp 23 triliun. Pada tahun 2006 sebesar Rp 42 triliun.

"Dengan ini, kita berharap anggaran yang begitu besar itu benar-benar dapat mengurangi kemiskinan. Tugas kita semua, mulai dari presiden, menteri, gubernur, bupati maupun wali kota dan pemimpin negeri ini benar-benar menggunakan anggaran itu untuk mengurangi kemiskinan di seluruh negeri," ujar Presiden Yudhoyono, ketika menyampaikan sambutan dalam acara puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang diselenggarakan di Stadion Manahan Solo, Rabu (20/12) siang. Dalam kesempatan itu Presiden menyematkan Satya Lencana Karya kepada tiga PNS, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pengusaha yang berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai wujud Kesetiakawanan Sosial.

Menurut Presiden, pengurangan jumlah penduduk miskin dan pengangguran, rehabilitasi anak-anak jalanan dan pengemis merupakan tugas bersama. "Ini semua haruslah menjadi agenda bersama untuk ditanggulangi, dan harus didukung dengan solidaritas dan kesetiakawanan sosial. Kita berharap anggaran yang sedemikian besar itu bisa mengurangi angka kemiskinan dan menjadi gerakan sosial yang nyata," kata Presiden.

Rawan Bencana

Selain itu, Presiden Yudhoyono berharap agar rakyat Indonesia yang hidup berdampingan dengan bencana tidak mengaitkannya dengan hal-hal mistis dan politis. Sebab, bencana itu berkait erat dengan kondisi geografis. "Negara kita termasuk negeri yang rawan bencana alam. Jangan salah mengerti bahwa sepertinya bencana alam hanya terjadi baru-baru saja setelah gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Sumatera. Ribuan tahun lalu bencana alam selalu melanda negeri kita," tandasnya.

Presiden menggambarkan berbagai peristiwa alam seperti letusan gunung berapi di Sumatera yang telah membentuk danau yang dikenal sebagai Danau Toba. Letusan itu merupakan yang terdahsyat yang pernah terjadi di muka bumi.

Letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa telah membentuk kawah sedemikian luasnya dan menewaskan puluhan ribu orang. Lalu letusan Gunung Krakatau tahun 1883 yang juga menewaskan puluhan ribu orang. Abunya hingga ke Eropa dan Amerika Serikat. Tsunaminya melanda Jawa, Sumatera, Kalimantan, bahkan Semenanjung Malaya.

Berikutnya tsunami di Aceh dan Sumatera yang memang merupakan bencana terbesar di awal abad ini. "Pemerintah tidak akan tinggal diam. Namun sebagai warga bangsa, kewajiban untuk saling membantu jangan sampai hilang, dan kesetiakawanan sosial, hendaknya jangan hanya diperingati satu kali dalam setahun. Setiap hari, kesetiakawanan itu harus ditumbuhkan dan diamalkan," tegas Presiden. [070/152]


Last modified: 21/12/06