Sebanyak 14 tokoh dari dua negara, Indonesia dan Inggris, yang tergabung dalam Islamic Indonesian-British Advisori akan membicarakan masalah Islam pada Januari 2007. Sedikitnya tujuh tokoh Islam Indonesia akan berangkat ke Inggris.
Demikian diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi usai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama Program Pelatihan Manajemen Pendidikan dengan Pemerintah Kerajaan Inggris yang diwakili Duta Besar Inggris di Indonesia Charles Humfrey, di Jakarta, Rabu (20/12).
"Kepentingannya adalah untuk bagaimana mengerti Islam. Sebab, Islam sampai sekarang masih mis-understute religion. Masih jadi agama yang selalu disalahpahami," terangnya.
Dikatakan, kesalahpahaman itu terjadi karena berbagai faktor. "Karena memang masalah informasi dan masalah politisasi serta masalah interest. Ini gabung jadi satu. Nah, ini harus segera di-clear-kan," katanya. [E-5]