[JAKARTA] Tiga orang yang terekam dalam CCTV terkait kematian penyanyi Alda Risma Alfariani di Hotel Grand Menteng, Matraman, Jakarta Timur patut diduga sebagai tersangka kasus tersebut.
Ketiga orang itu, Ferry Surya Perkasa dan dua sosok lainnya dengan ciri-ciri pria berbadan atletis, mengenakan celana warna gelap, dan jaket coklat matang, diduga oknum Polri, serta wanita berpenampilan menarik, memakai baju warna cerah, membawa tas warna gelap.
Mereka juga disinyalir mengetahui persis soal aktivitas atau kesibukan almarhumah sejak masuk hotel (menuju resepsionis) seperti tampak di kamera itu, Minggu (10/12) sampai akhirnya Alda ditemukan tewas mengenaskan.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Adang Firman melalui Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Pol Sisno Adiwinoto yang dikonfirmasi Pembaruan, Rabu (20/12) membenarkan bahwa pengembangan penyelidikan kasus Alda masih meneliti ciri orang-orang yang tergambar dalam CCTV tersebut.
Menurut Sisno, penampilan Ferry, almarhumah Alda, dan dua orang lainnya yang berjalan bersama pasangan tersebut, adalah fakta yang sulit dipungkiri. Dari bukti itu, petugas berupaya bisa menangkap dan memeriksa mereka.
Juru bicara Mabes Polri itu belum bersedia menyebutkan nama kedua orang dalam CCTV, selain Ferry dan Alda, sudah diketahui identitasnya.
Sementara Direktur Narkotika IV Bareskrimn Mabes Polri, Brigjen Pol Indradi Tanos dalam jumpa pers, di Gedung BNN, Rabu sore mengatakan, pengembangan penyelidikan di lapangan menemukan fakta bahwa Ferry Surya Perkasa diduga sudah kabur ke luar negeri sejak Rabu (13/12), atau sehari setelah kematian Alda, Selasa (12/12) malam.
Menurut Indradi, kaburnya buronan Polri itu, yang disinyalir ke Singapura, diperoleh berkat bantuan terkait penemuan data tiket kepergian pria beranak dua itu naik sebuah penerbangan menuju Singapura. Karena itu, Polri telah berkoordinasi dengan kepolisian se-Asia Tenggara terutama otoritas kepolisian Singapura. [G-5]