[JAKARTA] Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, belum membuat keputusan meski Tim Gabungan telah merekomendasikan agar Gubernur menolak memberi persetujuan kepada Acuatico Ltd sebagai calon pembeli mayoritas saham PT Thames PAM Jaya.
Orang nomor satu di DKI itu, bahkan mengaku belum menerima rekomendasi Tim Gabungan, padahal surat resmi rekomendasi penolakan terhadap Acuatico sudah disampaikan sejak Jumat (15/12).
Menurut Sutiyoso, keputusan mengenai persetujuan atau penolakan terhadap Acuatico sebagai calon pembeli potensial saham PT TPJ dari Thames Water Overseas Limited (TWO), harus dipelajari secara ketat.
"Tapi yang jelas, ujung-ujungnya kita harus memilih, semuanya ada kelebihan dan kekurangan. Jadi sekali lagi, nantinya kita harus melakukan pilihan apakah diserahkan ke perusahaan dari luar yang tidak kita ketahui atau bagaimana?" kata Sutiyoso, seusai Rapat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) untuk antisipasi perayaan Natal, Idul Adha, dan Tahun Baru, di Balai Kota, Rabu (20/12).
Ketika disinggung apakah pihaknya akan mengusulkan kepada pemilik PT TPJ untuk melakukan tender ulang bila pada akhirnya Acuatico tidak disetujui, Sutiyoso tidak memberikan jawaban yang jelas. Dia hanya mengatakan, kalau persetujuan gagal diberikan kepada Acuatico, berarti PT TPJ akan tetap dimiliki pihak asing, dalam hal ini TWO per 1 Desember 2006 berpindah kepemilikan dari RWE Thames ke Macquarie Bank dari Australia.
"Kalau gagal sama dia (Acuatico, Red) berarti orang luar yang dapat, kira-kira begitu. Kalau dari luar dan akhirnya seperti yang sekarang ini (TWO, Red), nanti bisa-bisa kita sakit perut lagi," ujar Sutiyoso.
Ikut Rekomendasi
Namun, ketika ditanya apa yang akan dia lakukan terkait rekomendasi yang disampaikan tim gabungan, Sutiyoso menegaskan, akan mengikuti apa pun rekomendasi dari tim gabungan.
"Saya akan ikuti mereka karena ini kan tim gabungan dari Departemen PU, Badan Regulator, dan instansi lainnya," kata Sutiyoso. [J-9]