SUARA PEMBARUAN DAILY

Warga Sipil Palestina Marah

[GAZA] Warga Palestina merasa pesimistis terhadap kelanjutan gencatan senjata yang telah diberlakukan pemerintah. Warga sipil menunjukkan kemarahan mereka terhadap kelompok bersenjata dari Hamas dan Fatah yang masih terus bertikai.

Menurut sejumlah warga Palestina di Gaza, Rabu (20/12), kekerasan bisa terjadi kapan saja. Sebab, kata mereka, sikap saling membenci antara Hamas dan pendukung Presiden Mahmoud Abbas terus meningkat, tanpa ada solusi politik untuk mengatasinya.

Kekerasan bisa terjadi dimana saja ketika korban dari Hamas dan Fatah dirawat di ruangan yang sama di rumah sakit. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran warga kalau kerabat korban akan kembali bertikai.

Sejumlah sekolah dan kantor pemerintahan di Gaza telah ditutup. Orang- orang bersenjata dari Hamas menjaga kediaman tokoh mereka, demikian pula sebaliknya. Banyak warga yang mengatakan kalau kondisi saat ini merupakan babak terburuk dalam pertikaian yang pernah terjadi di Gaza.

"Saya merasa sangat sedih. Sangat bodoh kalau saya harus mati seperti ini, oleh orang-orang bersenjata yang bodoh. Tidak ada yang peduli kepada warga sipil," kata seorang aktivis hak asasi manusia, Iyad Alami. Tempat tinggal Iyad berada di tengah-tengah pertempuran kelompok Hamas dan Fatah.

"Serangan Israel lebih mudah untuk dilawan. Saat itu kami menggunakan senjata dan tahu siapa yang menjadi sasaran," kata Khaleb Khatib [AP/O-1]


Last modified: 20/12/06