[JAYAPURA] Kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM), Rabu (13/12) pukul 05.30 WIT kembali menghadang dan menyerang pos penjagaan dan merampas satu pucuk senjata milik anggota Brimob Polda Papua. Hal ini dikemukakan Kapolres Persiapan Puncak Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jakobus Marjuki saat dihubungi Pembaruan via telepon seluler, Rabu (13/12) pagi.
Dikatakan, kelompok TPN/OPM ini menyerang dan mengeroyok dan memukul kepala dengan batu anggota Brimob atas nama Sertu Yosafat Bemey hingga mengakibatkan Yosafat terluka. "Ia kini telah dirawat di RS Mulia,"ujarnya. Diungkapkan, dengan luka di kepala Yosafat menerima lima jahitan.
Disinggung Pembaruan jenis senjata apa yang dirampas, Kapolres, enggan mengatakannya. "Ya pokoknya adalah senjata yang diambil," katanya. Namun sumber Pembaruan mengatakan, senjata yang diambil jenis AK 47 buatan China.
Kapolres mengatakan, saat ini status keamanan ditingkatkan, tetapi dia membantah siaga 1 diberlakukan. Dia pun mengaku bahwa bendera Bintang Kejora masih berkibar
Sementara itu, penyidik Polres Persiapan Puncak Jaya sudah memeriksa dua saksi utama yang melihat kejadian dalam penembakan yang menewaskan Serda Joko Santoso dari satuan tugas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Tobias Serken purnawirawan TNI AD di Mulia, Jumat (8/12).
Dua saksi utama yang dimintai keterangan, melihat langsung terjadinya insiden itu. Polisi masih terus berupaya mencari satu lagi saksi kunci yang diyakini bisa mengungkap tabir dibalik peristiwa pembunuhan dua anggota TNI yang sangat tidak manusiawi itu.
"Selain dua saksi utama yang sudah kami mintai keterangannya. Kami juga terus berupaya secara intensif mencari satu lagi saksi kunci yang diyakini bisa mengungkap secara detail dan pasti peristiwa pembunuhan ini," ujarnya. [ROB/M-11]