[BANDUNG] Pemerintah Belanda mengucurkan dana lebih dari 5,5 juta euro atau sekitar Rp 60 triliun untuk program beasiswa di Indonesia selama 2006.
"Hal itu dapat terlihat dalam program beasiswa StuNed yang menjaring 165 orang untuk program master dan 100 orang untuk program short course pa- da tahun 2006," terang Direktur Netherlans Education Centre (NEC), Ad de Leeuw dalam konferensi pers di sela-sela penyelenggaraan Holland Education Fair di Bandung, Selasa (12/12).
Program kerja sama di bidang pendidikan tinggi dengan Belanda, papar Ad, merupakan hasil hubungan bilateral Indonesia dan Belanda di bidang pendidikan sejak tahun 2000.
"Ini satu-satunya di dunia, kerja sama bidang pendidikan tinggi yang berasal dari hubungan bilateral dua negara," katanya.
Dalam program beasiswa, seluruh pembiayaan mahasiswa ditanggung Pemerintah Belanda, kecuali pembuatan paspor.
Mereka yang lolos kualifikasi untuk mendapatkan beasiswa tersebut mendapatkan uang saku 870 euro per bulan atau sekitar Rp 10 juta. Program tersebut terbuka bagi mereka yang sudah bekerja minimal satu tahun di jajaran birokrasi, dosen muda, staf lembaga swadaya masyarakat, dan wartawan.
Pada kesempatan itu Ad mengaku pihaknya tengah berusaha menarik sebanyak mungkin calon pelamar beasiswa ke Belanda dari luar Pulau Jawa. Pasalnya, selama ini calon banyak berasal dari Jawa.
"Perguruan tinggi di Belanda mempunyai sejumlah kelebihan, seperti banyaknya pilihan program studi yang jumlahnya mencapai lebih dari 1.000, menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, masyarakat multikultur, dan terletak di jantung Eropa," katanya. [153]