SUARA PEMBARUAN DAILY

Alda Dimakamkan di TPU Blender, Bogor

Polisi Cari Pria Parlente Teman Alda di Hotel

[JAKARTA] Hingga Rabu (13/12) siang, seorang pria parlente berusia sekitar 30 tahun, diduga teman penyanyi Alda Risma Elvariani (24), yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar 432 Hotel Grand Menteng Matraman, Jakarta Timur, Selasa (12/12) malam, masih dicari petugas Polsek Matraman dan Polres Jakarta Timur.

Pria berpenampilan perlente tersebut, disinyalir pertama kali membawa almarhumah ke dalam kamar hotel kelas menengah itu. Kamar dibuking hari Minggu (10/12) lalu. Namun, kebenarannya masih dicek oleh polisi. Untuk itu, polisi sudah mengecek kunjungan tamu yang masuk hotel tersebut mulai hari Minggu sampai waktu penemuan mayat Alda.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Robinson Manurung membenarkan, anggotanya berusaha mendalami orang yang patut dicurigai, yakni yang pertama kali bersama korban di lokasi kejadian. Sejumlah warga juga telah dimintai keterangan sebagai saksi, antara lain karyawan hotel dan penghuni kamar yang bersebelahan dengan kamar Alda.

Petugas juga meneliti kartu tanda penduduk (KTP) yang digunakan sebagai jaminan menyewa kamar hotel. "Siapa yang pertama kali menyewa kamar tersebut, itulah yang kami cari. Penyebab kematian Alda diduga karena over dosis," ujar Kapolres, yang enggan menyebutkan apakah penyewa kamar 432 Hotel Grand Menteng pada kurun waktu ditemukan jenazah Alda juga membawa mobil atau kendaraan lain yang diparkir di hotel setempat.

Robinson belum mengungkapkan ciri-ciri lelaki yang pertama kali masuk hotel bersama penyanyi bersuara melankolis, yang pernah melejit lewat tembang Aku Tak Biasa itu.

Pascaditemukannya jenazah artis cantik di kamar hotel, yang dilengkapi diskotek dan dikenal ramai dikunjungi kalangan tua-muda itu, petugas sejak Selasa malam juga memeriksa daftar tamu dan jenis kendaraan yang diparkir. Sampai Rabu, polisi masih memantau seputar Hotel Grand Menteng.

Menurut Kapolres, beberapa benda disita dari kamar hotel sebagai barang bukti, antara lain jarum suntik yang belum diketahui untuk apa. Namun, hasil penelitian di lengan Alda ditemukan bekas suntikan. Kondisi tangan dan telapak tangannya juga lebam.

Ditemukan juga bercak darah menempel pada celana jins warna biru. Saat ditemukan, almarhumah Alda mengenakan kaos warna pink dan celana jins biru ketat.

Menurut Ian (23), karyawan Hotel Grand Menteng, yang dihubungi Pembaruan Selasa malam, setelah jenazah Alda diperiksa petugas di kamar hotel, kemudian dibawa ke RCSM.

Asisten Forensik RSCM Bambang HP, yang dihubungi terpisah Rabu membenarkan adanya pemeriksaan forensik Alda yang dimulai Selasa sekitar pukul 23.00 sampai selesai Rabu dini hari atau pukul 05.00.

Pemakaman

Sementara itu, prosesi pemakaman Alda di TPU Blender, Kecamatan Tanahsereal, Kota Bogor, Rabu pagi berlangsung sederhana dan diwarnai isak tangis sanak-keluarga almarhum.

Halimah, ibu kandung almarhum dan kedelapan adiknya tampak berduka. Terlebih lagi ketika jenazah dimasukkan ke dalam liang lahat, Sarah dan Farid, adik kandung almarhum sempat jatuh pingsan, sementara ibu kandungnya sendiri berteriak-teriak histeris melihat anak sulungnya mulai dimakamkan.

Dalam proses pemakaman yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB, tidak tampak satu pun artis lain.

Pihak keluarga mendapat kabar sekitar pukul 19.30 WIB, tentang kondisi Alda, yang dinyatakan kritis di Jakarta. Ternyata, Alda sudah meninggal. Jenazahnya tiba di Bogor Rabu pagi sekitar pukul 07.30 WIB, langsung dibawa ke kediaman neneknya di Kelurahan Sukasari No 7, RT 02/RW2 Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Menurut Suherman, yang dikenal sebagai guru menyanyi almarhum, Alda disiplin dan penyanyi berbakat. Hal itu tampak sejak dia menginjak kelas 3 SD.

Sampai prosesi pema-kaman, keluarga korban selalu menghindar dari kerubutan dan pertanyaan sejumlah wartawan yang meliput proses pemakaman Alda. [126/G-5]


Last modified: 13/12/06