SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

Wanita Tertua Meninggal Dunia

Elizabeth "Lizzie" Bolden dinobatkan sebagai wanita tertua yang meninggal dunia di Los Angeles, Senin (11/12) kemarin. Bolden meninggal pada usia 116 tahun. Menurut Kelompok Peneliti Gerontologi, wanita tertua di dunia itu lahir pada 15 Agustus 1890. Guinness World Record mengakui Bolden sebagai orang tertua di bulan Agustus lalu, setelah meninggalnya Maria Ester de Capovilla dari Ekuador, yang sebelumnya dinobatkan sebagai orang tertua di dunia.

Bolden tinggal di Mid-South Health and Rehabilitation Center di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), selama beberapa tahun sampai dia meninggal, kata petugas lembaga tersebut, Charlotte Pierce. Bolden meninggal sekitar pukul 02:00 waktu setempat.

Pada 2004, Bolden menderita stroke dan sanak keluarganya mengatakan, setelah itu dia susah berbicara. Bolden memiliki 40 cucu, 75 cicit, 150 piut atau generasi kelima, dan 295 miut atau keturunan jauh lainnya. [AP/L-8]

Kebakaran Hutan di Australia Meluas

Kebakaran hutan terus meluas hingga ke tiga negara bagian Australia, Selasa (12/12). Api juga melahap rumah-rumah penduduk. Sejauh ini, daerah yang terbakar habis sangat luas, diperkirakan lebih luas dari negara Luxemburg. Api membentuk garis memanjang hingga 250 kilometer.

Di Pulau Tasmania, kebakaran terjadi di Kota Scamander, dan sekitar 20 rumah hangus terbakar. Di negara bagian Victoria, sekitar 300.000 hektar hutan dan semak belukar terbakar. Beberapa ribu anggota pemadam kebakaran dan tentara berjuang memadamkan api. Saat ini suhu yang rendah mempermudah pekerjaan tersebut. Tapi para ahli cuaca meramalkan suhu akan naik lagi minggu ini. [AP/RN/L-8]

Dunia Kecam Konferensi Holocaust

Konferensi mengenai holocaust, pembunuhan massal terhadap warga keturunan Yahudi sewaktu Perang Dunia II oleh Nazi, di Ibukota Iran, Teheran, dikecam keras oleh masyarakat internasional. Amerika Serikat (AS) menamakan pertemuan itu sebagai sebuah penghinaan untuk semua orang beradab. Perdana menteri Inggris Tony Blair mengaku sangat terkejut. Jerman, Israel, Uni Eropa dan Vatikan mengecam keras konperensi di Iran itu.

Pada hari kedua dan terakhir konferensi holocaust di Teheran disepakati bahwa akan dibentuk sebuah komisi khusus yang harus menyelidiki sekali lagi pembunuhan massal terhadap warga Yahudi sewaktu Perang Dunia II. Pakar sejarah memperkirakan, sewaktu rezim Adolf Hitler berkuasa, sekitar enam juta warga keturunan Yahudi dibunuh. [AP/RN/L-8]


Last modified: 13/12/06