[JAKARTA] Pemimpin Yayasan Masyarakat Terbuka (Open Society Foundation) George Soros, meminta Indonesia untuk mendukung rancangan resolusi masalah Myanmar ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Resolusi itu diharapkan bisa memberi tekanan keras kepada junta militer Myanmar.
Hal itu disampaikan Soros dalam pertemuan dengan Kaukus Parlemen ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) untuk Myanmar (AIPMC/ASEAN Inter-Parliamentary Myanmar Caucus) di Jakarta, Selasa (12/12).
Tekanan DK PBB dinilai bisa memberi pengaruh bagi pemerintah junta militer Myanmar yang selama ini tidak peduli terhadap tekanan dari luar. "Ini pendekatan praktis yang bisa segera dilakukan," kata lelaki yang kerap disebut spekulan pasar uang dunia itu.
Soros menilai ASEAN tidak mempunyai pengaruh besar terhadap Myanmar. Apalagi, kata dia, ada kepentingan China di Myanmar. Hal itu berbeda dengan DK PBB yang dianggap memiliki pengaruh kuat untuk menekan Myanmar. [B-14]