SUARA PEMBARUAN DAILY

Oratorio "The Messiah" Semarakkan Natal

Georg Friedrich Handel komposer ÓThe Messiah. [Foto: Istimewa]

Natal sebentar lagi tiba. Tetapi getarannya sungguh sudah terasa. Di rumah-rumah makan, para pelayan restoran mengenakan topi sinterklas. Mal-mal dan hotel berlomba memasang pohon natal tertinggi lengkap dengan pernak-perniknya. Di toko-toko lagu-lagu Natal diperdengarkan. Semuanya membuat Natal itu menjadi sangat indah dan selalu dirindukan dan dinantikan (adventus).

Tetapi bagi penggemar musik klasik, suasana Natal tahun ini akan semakin indah dengan mendengar dan menikmati oratorio The Messiah karya komposer besar kelahiran Hale, Jerman 23 Februari 1685, Georg Friedrich Handel.

Sebuah karya besar yang menceritakan tentang persiapan kelahiran Yesus Kristus, penggenapan kelahiran-Nya, kehidupan hingga akhirnya kematian-Nya yang mulia. Semua digambarkan dalam komposisi tersebut. Komposisi ini akan dipersembahkan oleh Nusantara Symphony Orchestra (NSO) di Hotel Gran Melia, Kamis (14/12) besok.

Messiah adalah oratorio terkenal di antara oratorio-oratorio Handel. Proses penciptaannya cukup menarik. Tahun 1741 Charles Jennens mengirimkan Handel suatu libretto untuk Messiah. Ketika itu, hidup Handel sukar sekali karena terserang stroke pada April 1737.

Walaupun Jennens bukan komponis terkenal, Handel menerima libretto itu dengan senang hati dan mengerjakan seluruh oratorio Messiah dalam waktu 24 hari, yang sekarang dalam bentuk cetakan buku berjumlah 209 halaman. Messiah pertama kali ditampilkan pada 13 April 1742 di Music Hall, Dublin untuk membantu tiga lembaga amal di kota itu.

Kemudian, sejak tahun 1745 pentas di London. Bahkan Charles Burney, seorang ahli sejarah musik menulis mengenai Messiah itu sebagai suatu karya yang memberi makan orang-orang lapar, mengenakan baju bagi yang telanjang, dan mengasuh para yatim piatu. Handel akhirnya meninggal pada 1759 di London, tempat dia tinggal sejak 1727 dan menjadi warga negara Inggris pada tahun itu juga.

Sedikit tentang oratorio-oratorio Handel, musik itu bukanlah jenis musik gereja melainkan dibuat untuk teater. Kalaupun banyak oratorionya diilhami oleh cerita Kitab Suci, pada dasarnya karya-karya itu dibuat dalam konsep sebuah opera yang dipentaskan di atas panggung (teater).

Sebagian besar oratorio Handel diilhami oleh cerita Kitab Suci Perjanjian Lama. Satu-satunya oratorio yang diilhami cerita Kitab Suci Perjanjian Baru adalah oratorio Messiah.

Selain itu, oratorio ini agak unik dari oratorio-oratorio Handel yang lain. Karena ternyata Messiah, adalah sebuah narasi, rangkaian cerita dan bukan karya drama. Selain itu, Messiah adalah satu-satunya oratorio spiritual yang tidak melukiskan isi Kitab Suci secara harafiah.

Tiga Bagian

Messiah terdiri dari tiga bagian. Pertama menyorakkan kegembiraan atas kelahiran Kristus, dari nubuat, antisipasi kelahiran-Nya sampai penggenapannya. Bagian kedua menceritakan kehidupan dan perjalanan Kristus sebagai Juru Selamat yang mencapai puncaknya pada kebangkitan yang digambarkan dengan Haleluya Chorus atau yang biasa dikenal Haleluya Handel. Bagian ketiga menggambarkan keyakinan iman mulai dari ketetapan dan keteguhan hati menuju visi yang megah.

Dalam membawakan komposisi itu, NSO kali ini akan dipimpin oleh konduktor tamu bertaraf internasional asal Budapest, Hongaria, Gabor Hollerung. Dia sudah tampil dalam berbagai konser di banyak negara seperti di Inggris, Spanyol, Prancis, Italia, Swis, Jerman, Austria, Belanda, Taiwan, Australia, dan Mexico.

Dia juga aktif mengajar conducting tingkat master antara lain di Hongaria, Belgia, Finlandia, Jerman, Taiwan, dan Israel. Selain itu, dia adalah pendiri World Choir Olympic, suatu kegiatan kompetisi Paduan Suara yang dihadiri lebih dari 400 paduan suara dari seluruh dunia.

Olimpiade itu sendiri sudah berlangsung di Linz, Austria (2000), Busan, Korea Selatan (2002), Bremen, Jerman (2004) dan Xiamen, China (2006). Pada tahun 2002 dia dianugerahi the Knight Cross Order oleh Presiden Republik Hongaria dan tahun 2004 dia diberi Liszt Award.

Selain menampilkan konduktor tamu, konser itu juga akan dimeriahkan oleh beberapa penyanyi seperti Stella Zhou, seorang soprano dari Singapura, Anna Koor, penyanyi alto juga dari Singapura, penyanyi tenor dan bas dari Indonesia Ndaru Darsono dan Harland P Hutabarat.

Selain itu, konser NSO kali ini akan dimeriahkan oleh sejumlah paduan suara seperti Paduan Suara Anak Indonesia-Cordana yang didirikan tahun 1992 oleh Aida Swenson dan Paduan Suara ITB, paduan suara mahasiswa yang didirikan tahun 1962. [A-21]


Last modified: 12/12/06