SUARA PEMBARUAN DAILY

TAJUK RENCANA II

Kritik Annan untuk Bush

Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan akan lengser. Annan secara resmi akan meninggalkan PBB pada 31 Desember 2006, setelah sepuluh tahun menjabat. Selanjutnya, posisi Sekjen PBB itu akan diserahkan ke Ban Ki-moon, yang kini masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Korea Selatan.

Sebelum turun, Annan menyampaikan pidato perpisahan (12/12). Menarik, Annan tidak menyampaikan pidatonya di Markas PBB, tetapi di Museum dan Perpustakaan Kepresidenan Harry Truman. Truman telah banyak berperan dalam melahirkan PBB. Truman mempunyai pandangan yang menarik mengenai peran suatu negara besar seperti Amerika Serikat (AS) di tengah pergaulan bangsa-bangsa, di forum PBB. Mengutip Truman, Annan mengatakan, "Tanggung jawab sebuah negara besar adalah melayani, bukan mendominasi masyarakat dunia."

Jelas Annan ingin mengeritik kebijakan politik luar negeri Presiden George W Bush yang telah mengobarkan bendera perang di Irak. Memang, dalam kritiknya Annan tidak secara langsung menyebut Bush. Annan berharap peran negara besar seperti AS mestinya seperti yang dikatakan Truman. Annan mengingatkan hak asasi manusia dan penegakan hukum sangat penting untuk keamanan dan kesejahteraan global. AS pun selalu menyuarakan hal itu, namun pada sisi lain justru mengobarkan perang. Kenyataan ini sungguh ironis.

Annan dikenal sebagai pengeritik AS berkaitan kebijakan luar negeri negara itu di Irak. AS telah memicu mesin perang di sana dan kini Irak benar-benar telah menjadi killing field.

Bahkan rakyat AS pun tidak menyetujui kebijakan tersebut. Buktinya, rakyat AS menarik dukungannya terhadap Bush dan Partai Republik yang mendukung Bush pada pemilihan umum kongres awal November lalu. Partai Demokrat yang menjadi oposisi Bush memenangkan pemilu dan kini menguasai Kongres. Praktis, kekuasaan Bush berkurang dan dia harus mendengar Kongres lebih banyak lagi.

Memang, kita tidak bisa menutup mata bahwa peran yang dimainkan satu negara besar akan ikut mewarnai politik global. Ideal memang apa yang didambakan oleh Truman. Kesempatan untuk itu tetap ada. Annan mengusulkan perlunya reformasi di tubuh PBB. Misalnya, Dewan Keamanan harus diperluas agar lebih mencerminkan kekuatan dunia sekarang ini. Keanggotaan Dewan Keamanan masih merefleksikan kenyataan tahun 1945.

Dia mengusulkan penambahan anggota Dewan Keamanan PBB yang tidak mewakili bagian dunia yang tidak memiliki suara. Sangat krusial untuk mengelola PBB dengan cara yang adil dan demokratis, dan memberi yang lemah dan miskin pengaruh atas tindakan mereka yang kuat dan kaya. Selain itu, anggota tetap Dewan Keamanan harus menerima tanggung jawab atas hak istimewa yang dimiliki. Ide reformasi ini sudah lama digulirkan Annan, namun AS telah memvetonya.

Dunia sekarang ini berada dalam kondisi menyedihkan. Kita punya banyak masalah dan membutuhkan kepemimpinan yang natural yang telah dimainkan AS di masa lalu dan dapat dimainkan sekarang. Annan mengatakan, seruannya untuk pembentukan kerja sama dari para pemimpin dunia tidak perlu dipandang sebagai sebuah serangan.

Masalah yang paling banyak mendapat sorotannya adalah soal Irak. Menurut Annan, masalah ini tidak bisa diatasi bila tidak melibatkan negara-negara Timur Tengah seperti Suriah dan Iran yang mempunyai pengaruh besar di sana. Yang pertama dibutuhkan dunia adalah menemukan cara untuk mewujudkan rekonsiliasi di Irak. Seluruh komunitas internasional perlu menggapai cara untuk membuat rakyat Irak dapat bersatu, menyelesaikan perbedaan-perbedaan di antara mereka, dan memperbarui konstitusi mereka. AS menanggapi dengan hati-hati pidato Annan, bahkan Menteri luar negeri AS mengeritik Annan tidak menyampaikan hal-hal positif yang telah dilakukan AS.

Dalam sebuah lagunya penyanyi Michael Jackson mengatakan, "We are the world, we are the one." Bagaimana mewujudkan itu? Annan menyimpulkan, ada lima prinsip penting yang harus dilakukan oleh komunitas internasional saat ini, yaitu tanggung jawab kolektif, solidaritas global, penegakan hukum, akuntabilitas bersama, dan multilateralisme. Inilah tantangan PBB ke depan.


Last modified: 13/12/06