[SENTANI] Bendera Bintang Kejora sempat berkibar di sejumlah wilayah di Papua, Sabtu (1/12), seperti di Kali Acai Abepura, Wamena, Sentani, dan Kayu Batu. Sedangkan di Timika, berdekatan dengan kawasan penambangan PT Freeport Indonesia. Pengibaran itu dilakukan dalam rangka Peringatan 1 Desember yang oleh beberapa kalangan di Papua dianggap sebagai Hari Kemerdekaan Papua.
Sementara itu, agenda resmi Peringatan 1 Desember adalah ibadah syukur, yang dipusatkan di pendopo kediaman tokoh Papua, almarhum Theys Hiyo Eluay, di Sentani, Jayapura, Sabtu (2/12). Kapolres Jayapura, AKBP Jacob Kalembang mengatakan, untuk mengantisipasi keamanan, pihaknya menurunkan sedikitnya 500 personel, dibantu dua satuan setingkat kompi dari Brimob dan Polda Papua.
"Situasi keamanan di Jayapura umumnya sangat kondusif, semua ini karena kerja sama dan koordinasi yang baik, yang telah dilakukan baik dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat maupun seluruh warga masyarakat," ujarnya.
Kepala Pemerintahan Adat, Forkorus Yaboisembut, Sabtu pagi menjelaskn, selain ibadah syukur, peringatan 1 Desember juga diisi dengan ziarah ke makam Theys. Sementara itu, Sekretaris Pemerintahan Adat, Fadhal Alhamid, menambahkan, dari Dewan Adat Papua (DAP) atau Presidium Dewan Papua (PDP) tidak ada agenda khusus untuk mengibarkan bendera Bintang Kejora.
Saat ibadah syukur, sebuah kue ulang tahun ke-45 yang bergambar Bintang Kejora yang telah disiapkan untuk acara tersebut, diambil aparat Polres Jayapura.
Prihatin
Ketua Pemerintahan Dewan Adat Papua, Furkorus Yoboisembut, dalam sambutannya mengaku prihatin atas pandangan dan respons Pemerintah Indonesia terhadap masalah di Papua, yang hingga saat ini belum berubah ke arah yang lebih baik. Pemerintah masih dalam pola lama dalam menanggapi tuntutan bangsa Papua yakni melalui pendekatan keamanan dan hukum.
Dengan pola pendekatan seperti ini pemerintah hanya mampu melarang dan mengancam akan bertindak tegas kepada siapapun. Selama ini pendekatan tersebut tidak mampu menyelesaikan masalah di Papua.
Seorang kamerawan TVRI Papua, Rudolf Kambubui, sempat dimintai keterangan di Polsek Abepura, gara-gara mengambil gambar Bintang Kejora yang sedang berkibar pada pukul 06.30 WIT di Jalan Raya Sentani-Abepura, tepatnya di depan Kantor Samsat. Sementara itu, dari Sorong dilaporkan pagi ini juga dilakukan peringatan dalam bentuk ibadah, tidak ada agenda lain. Sedangkan dari Biak dilakukan dalam bentuk kegiatan seminar.
Pantauan Pembaruan, situasi di Kota Jayapura berlangsung normal. Aktivitas masyarakat berjalan seperti biasanya.
Terkait adanya pengibaran bendera Bintang Ke-jora di beberapa titik di Papua, Wakil Ketua PDP, Tom Beanal mengemukakan hal itu bukan instruksi PDP dan DAP. Persoalannya, menurut dia, siapa di balik pengibaran tersebut harus diusut oleh aparat. Dia menegaskan, tidak pernah meminta rakyat mengibarkan bendera. Sebab persoalan Papua harus diselesaikan melalui dialog yang bermartabat dalam suasana damai dan saling menghargai satu sama lainnya.
"Kami tidak menyuruh mereka mengibarkan bendera Bintang Kejora. Kami hanya meminta masyarakat untuk berdoa berkaitan dengan perayaan Hari HIV/ AIDS Sedunia. Sebab persoalan Papua harus diselesaikan melalui pelaksanaan UU 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua," ujarnya. [GAB/ROB/W-8]