SUARA PEMBARUAN DAILY

Rencana Kedatangan Bush ke Bogor

Pemkot Bangun Helipad di Kebun Raya

Kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) ke sebuah negara, selalu menyibukkan pemerintah negara yang dikunjungi. Pemerintah Indonesia menyediakan dua landasan helikopter (helipad), dengan cara membongkar sebagian taman di Kebun Raya Bogor. Sebuah alat berat, Senin (6/11) pagi, mengeruk tanah di Taman Teratai Kebun Raya Bogor, untuk membangun pondasi helipad berukuran 20x20 itu meter. [Pembaruan/Posman Sianturi]

[BOGOR] Rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) George Bush ke Kota Bogor dipersiapkan secara serius. Selain merapikan lingkungan Istana Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga membuat dua landasan helikopter (helipad) di dalam areal Kebun Raya Bogor (KRB).

Pantauan Pembaruan, Senin (6/11) pagi, menunjukkan, proyek pembuatan helipad, berukuran masing-masing 20 x 20 meter itu, masih terus dikerjakan. "Pengerjaannya sudah hampir seminggu. Enggak tau kapan selesainya," kata seorang anggota satuan pengaman (satpam) yang menolak namanya disebutkan.

Namun, dia menegaskan, dua helipad itu memang dibuat dalam rangka kedatangan Bush ke Bogor. Lebih lanjut, petugas tersebut menerangkan, helipad yang dipersiapkan di lingkungan Istana dan Kebun Raya Bogor sebenarnya ada tiga buah.

Selain dua yang disebut sebelumnya, satu helipad lainnya dibangun di dalam areal Istana Presiden. Namun, dia menyuruh Pembaruan untuk membuktikan sendiri informasi tersebut.

"Coba lihat sendiri saja ke dalam istana," tantangnya.

Dikatakan, helipad yang dibangun di dalam lingkungan Istana ukurannya lebih kecil dibandingkan yang dibangun di Taman Teratai. Helipad tersebut diperuntukkan bagi helikopter yang relatif kecil.

Pembangunan dua helipad di KRB, dimulai sejak Jumat (3/11) lalu. Direncanakan harus rampung dalam waktu satu minggu.

Dua helipad yang dibangun di lapangan dekat kolam teratai raksasa Kebun Raya Bogor itu, menggunakan lempengan baja. "Lempengan baja digunakan agar nanti bisa dicabut lagi, karena jika beton akan sulit dibongkar," kata Sudjati dari KRB di lokasi pembangunan, Sabtu (4/11).

Pemkot Bogor saat ini juga tengah merampungkan perbaikan jalur pedesterian, yang terletak tak jauh dari pagar Istana Bogor. Perbaikan tersebut dilakukan untuk merapikan pedesterian yang ada namun telah hancur sebagian karena termakan usia.

Dikecam

Sementara itu, sejumlah pengunjung Kebun Raya Bogor yang dimintai tanggapannya secara terpisah mengecam pembuatan helipad tersebut. Menurut mereka, lokasi helipad yang dibangun di hamparan rumput hijau dianggap dapat merusak keindahan kebun raya.

"Hamparan yang tadinya berwarna hijau kini tampak rusak karena ada galian tanah di tengahnya. Belum lagi nanti kalau helikopternya mondar-mandir," kata Ichwan, warga Sukasari, Bogor, kepada Pembaruan, Minggu (5/11).

Dia meragukan Pemkot Bogor dapat mengembalikan keindahan Taman Teratai pascakedatangan kedatangan Bush ke Kota Hujan. Jika hal itu tak mampu dilakukan, tegasnya, bukan tidak mungkin aset Kota Bogor tersebut dapat rusak akibat kedatangan orang nomor satu di AS itu.

"Jangan heran kalau banyak orang yang menolak kedatangan Bush ke Bogor. Masak datang sebentar aja, harus merusak Kebun Raya," tambahnya.

Pendapat senada juga diungkapkan Ani, warga Warung Jambu, Bogor, yang ditemui terpisah. Dikatakan, rencana kedatangan Bush ke Bogor memang merupakan sesuatu yang dapat dicatat sejarah.

Namun, tuturnya, jika persiapan penyambutan itu dilakukan dengan mengorbankan kepentingan umum, khususnya masyarakat Bogor, diyakini hal tersebut justru akan kontraproduktif.

"Siapa enggak bangga kalau ada presiden negara lain yang nginap di Bogor. Tapi, persiapannya jangan ampe ngerusak dong. Presiden Indonesia saja kalau datang ke Bogor enggak segitunya," kata perempuan yang menggunakan kacamata minus ini. [HR/P-11]


Last modified: 6/11/06