![Lisa Rumbewas [Foto: AP]](22lisaru.gif)
[JAKARTA] Lifter putri asal Papua, Lisa Rumbewas berhasil menyumbang medali perak untuk Indonesia pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi, di Santo Domingo, Republik Dominika, setelah mencatat total angkatan 210 kg di kelas 53 kg.
Berdasarkan hasil resmi kejuaraan yang dikeluarkan di situs resmi iwf.net, Selasa (3/10), peraik perak Olimpiade 2004 Athena tersebut mencatat angkatan snatch 95 kg serta clean and jerk 115 kg.
Total angkatan lifter kelahiran 10 September 1980 itu, hanya terpaut 16 kg dari lifter China, Hongxia Qiu peraih medali emas dengan total angkatan 226 kg, 98 kg angkatan snatch dan 128 kg angkatan clean and jerk.
Sementara perunggu diraih lifter Thailand, Chaleephay Suda yang hanya terpaut tiga kg dari Lisa dengan total angkatan 207 kg, 92 kg angkatan snatch dan 115 kg angkatan clean and jerk.
Kejuaraan Dunia Kelas 53 kg tersebut dikuasai oleh lifter asal Asia yang mampu menempatkan enam lifternya di urutan sepuluh besar. Peringkat lima dan enam masing-masing ditempati oleh lifter Thailand lainnya, yaitu Maneewan Amnuaiporn dengan total angkatan 199 kg (86 kg snatch, 113 kg clean and jerk), serta lifter Taiwan, Hsin-tzu Fang dengan total angkatan 195kg (85 kg snatch, 110 kg clean and jerk).
Menurut pengamat angkat besi Hadi Wiharja, hasil kejuaraan dunia tersebut bisa dijadikan parameter untuk melihat peta kekuatan di Asia untuk melihat kekuatan lawan menjelang Asian Games XV di Doha, 1-15 Desember mendatang.
"Kejuaraan dunia ini juga dijadikan sebagai babak kualifikasi Olimpiade 2008 Beijing, jadi seluruh negara peserta sudah dipastikan mengirimkan lifter terbaik dunia mereka. Hasil kejuaraan dunia ini juga sudah menggambarkan kekuatan di Asia Games Doha nanti," kata Hadi, mantan lifter yang pernah menyumbang delapan emas di ajang SEA Games.
Indonesia secara keseluruhan mengirim lima lifter ke kejuaraan dunia tersebut, dua putri dan tiga putra yaitu Triyatno (62 kg), Eko Yuli Irawan (56 kg), serta Jadi Setiadi yang juga di kelas 56kg. Meski tidak berhasil meraih medali, ketiga lifter tersebut menempati peringkat sepuluh besar dunia. Triyatno yang turun pada grup B kelas 62 kg membukukan total angkatan 285 kg, masing-masing 130 kg untuk snatch dan 155 kg untuk clean & jerk.
Total angkatan Triyatno tersebut masih terpauh jauh, yaitu 23 kg dari lifter China, Le Qiu yang mencatat total angkatan 309 kg (140 kg snatch, 168 kg clean and jerk).
Namun untuk tingkat Asia, Triyatno menempati peringkat ketiga setelah lifter Korea Selatan, Ji Hun-Min dengan total angkatan 287 kg (132 kg snatch, 155kg clean and jerk).
Sementara Eko Juli Irawan dan Jadi Setiadi yang sama-sama tampil di kelas 56 kg, masing-masing menempati peringkat delapan dan sembilan dunia, atau peringkat lima dan enam untuk kawasan Asia. Eko melakukan angkatan snatch 116 kg dan 150 kg untuk angkatan clean & jerk, sehingga pemuda kelahiran 24 Juli 1989 itu membuat total angkatan 266 kg.
Sedangkan Jadi yang lahir 2 Februari 1985, pada angkatan snath membuat angkatan 120 kg dan 145 kg untuk angkatan clean & jerk, sehingga mencatat total angkatan 265 kg. Medali emas di nomor 56kg tersebut direbut lifter China, Zheng Li dengan total angkatan 280kg (128kg snatch dan 152kg angkatan clean & jerk).
Indonesia masih menyisakan satu lifter putri Sinta Darmariani yang turun di kelas 75 kg putri yang masih belum bertanding. [Ant/W-11]