![Nugraha Besoes [Pembaruan/Alex Suban]](23nugrah.gif)
[JAKARTA] PSSI akhirnya memutuskan pergelaran kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia (LI) 2007 dilangsungkan dengan format dua wilayah. Namun, berbeda dengan musim kompetisi sebelumnya, untuk kompetisi Divisi Utama 2007 yang seluruhnya melibatkan 36 tim ini, tidak diadakan Babak 8 Besar serta Babak 4 Besar. Tim peringkat pertama dari kedua wilayah langsung dipertandingkan untuk memperebutkan gelar juara.
"Babak semifinal juga ditiadakan. Tim peringkat teratas wilayah I langsung bertarung dengan peringkat teratas wilayah II untuk memperebutkan gelar," kata Sekjen PSSI, Nugraha Besoes di Jakarta, Jumat (22/9) mengutip hasil rapat pengurus harian PSSI yang dilakukan di kediaman Ketua Badan Liga dan Tim Nasional Indonesia (BLTNI), Nirwan Dermawan Bakrie di kawasan Simprug, Jakarta, Kamis (21/9) malam lalu.
Rapat pengurus harian PSSI juga memutuskan untuk tetap menggelar kompetisi Super Liga mulai 2008. "Jumlah peserta Super Liga adalah 18 klub, serupa dengan jumlah peserta kompetisi Divisi Utama," ujar Nugraha.
Namun demikian, berkaitan dengan Super Liga itu, Nugraha mengatakan bahwa pesertanya tidak otomatis dari klub-klub yang menempati posisi sembilan besar dari masing-masing wilayah kompetisi Divisi Utama 2007. "Patokannya tidak otomatis begitu. Ada banyak parameter lain. Cukup banyak persyaratan yang harus dilampaui oleh tim-tim calon peserta Super Liga," tandas Nugraha.
Badan Liga Indonesia (BLI) sebagai pelaksana kompetisi Divisi Utama dan Piala Indonesia diharapkan sudah bisa menggelar kompetisi Divisi Utama sejak Januari, sementara Piala Indonesia direncanakan pada Agustus hingga Desember.
"Kompetisi Divisi Utama diharapkan sudah bisa diselesaikan bulan Juni, atau sebelum Piala Asia digelar, yakni 9 Juli-9 Agustus. Untuk Piala Indonesia , paling lambat minggu ketiga Agustus sudah bisa dimulai, dan dengan jeda pada bulan puasa, pertengahan Desember sudah bisa dituntaskan," papar Nugraha.
Masalah kelangsungan penyelenggaraan Piala Indonesia dibahas secara mendalam dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid itu. Piala Indonesia sebelumnya disebut-sebut akan ditiadakan karena keterbatasan waktu yang dimiliki oleh BLI, sehubungan pada tahun 2007 itu Indonesia menjadi tuan rumah perempat final dan juga final Piala Asia.
Mengenai format dua wilayah untuk kompetisi Divisi Utama, Nugraha menyebutkan, format ini dipilih dengan pertimbangan untuk mencukupi waktu kompetisi dan menjaga kesinambungan kualitas kompetisi itu sendiri.
Disinggung bahwa format dua wilayah akan memberatkan sponsor, Nugraha mengatakan, Pengurus Harian PSSI dan BLI akan menjelaskan pertimbangan-pertimbangannya kepada sponsor. "Pasti akan kita jelaskan secara terbuka. Saya yakin sponsor akan mengerti," kata Nugraha Besoes.
Opsi sponsor untuk kompetisi Divisi Utama masih dimiliki oleh PT Djarum. Pihak Djarum sejak awal merasa keberatan jika BLI menggelar kompetisi Divisi Utama 2007 dengan format dua wilayah. Dalam hitung-hitungan PT Zentha Hitawasana, yang mewakili kepentingan PT Djarum dalam sponsorshipnya di Liga Indonesia, dana yang dibutuhkan BLI untuk mementaskan Divisi Utama dalam dua wilayah akan jauh lebih besar dibanding sebelumnya.
Pemain Asing
Sehubungan dengan kompetisi 2007, rapat pengurus harian PSSI juga membahas secara mendalam masalah pemakaian pemain asing. Dalam hal ini, PSSI antara lain memutuskan untuk tetap mempertahakan regulasi menyangkut keberadaan pemain asing di setiap klub, yakni lima di klub Divisi Utama dan empat di klub Divisi I.
Regulasi yang juga dipertahankan adalah menyangkut pembatasan masa tinggal pemain asing di Indonesia. Hal ini khususnya bagi pemain asing yang sudah lama berkiprah di Liga Indonesia. Seorang pemain yang sudah empat tahun berkecimpung di Liga Indonesia, tidak bisa dipertahankan lagi. Pembatasan ini dikecualikan untuk mereka yang berminat menjadi WNI.
Mengenai regulasi baru, seperti diuraikan Nugraha, mulai musim kompetisi 2007 setiap klub hanya boleh mengontrak pemain asing selama dua tahun. Jika ingin pindah klub, maka si pemain diwajibkan untuk lebih dulu bermain di luar negeri, dan setelah itu baru boleh kembali ke Indonesia. "Jadi pemain itu tidak boleh nganggur," urai Nugraha.
Regulasi lainnya adalah menyangkut asal pemain asing itu sendiri. PSSI menetapkan pemain-pemain asing yang merumput di Divisi Utama Liga Indonesia berasal dari klub-klub Divisi Utama dari Liga Asia dan Afrika, sementara yang dari Eropa dan Amerika Latin harus dari Divisi I.
Berkaitan dengan regulasi pemain asing tersebut, Eddy Syahputra dari agen pemain asing Ligina Sportindo mengatakan bahwa regulasi baru yang dibuat PSSI ini mengadopsi sistem yang diterapkan di Malaysia. "Di Malaysia juga begitu. Kalau sudah dua tahun bermain di satu klub, dia harus pindah dulu ke luar negeri baru boleh main lagi di Malaysia," kata Eddy.
Eddy mengharapkan regulasi baru ini baru akan diterapkan pada musim kompetisi 2007, sehingga belum bisa diterapkan pada pemain-pemain yang sudah bermain sejak Liga Indonesia 2006. [F-4]