[BANDUNG] Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat (Jabar), Wawan Ridwan menyatakan kebakaran hutan yang terjadi di Jabar pada musim kemarau tahun ini sudah meluas hingga mencapai 10 titik. Kebakaran terbesar terjadi di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dan Suaka Margasatwa Cikepuh, Sukabumi. "Kalau di Ciremai kita baru bisa memadamkannya semalam," ungkap dia kepada wartawan, Jumat (22/9).
Luas hutan yang terbakar di TNGC itu, sambungnya, mencapai 1.200 hektare pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Sedangkan luas lahan yang terbakar di Sukabumi mencapai lebih dari 1.000 hektare.
"Di Sukabumi itu apinya sudah padam namun kembali menyala, padam, dan menyala kembali," ujarnya.
Titik api lainnya berada di daerah Cirebon dan Garut. Menurut Wawan, penyebab kebakaran tersebut masih belum diketahui. Dia memperkirakan selain akibat musim kemarau yang berkepanjangan, kebakaran ini banyak disebabkan oleh kelalaian manusia yang lupa memadamkan api setelah membuat api unggun atau sekedar membakar sampah.
Soal kerugian akibat kebakaran itu, Wawan mengaku belum menghitungnya. Karena Dinas Kehutanan Jabar sekarang ini tengah berkonsentrasi agar api tidak kembali menyala.
Namun demikian, dia berharap agar ada pemeriksaan terhadap penyebab kebakaran setelah proses penjagaan titik api selesai. "Sekarang kita masih mengerahkan petugas dibantu masyarakat memadamkan api. Seperti di Ciremai itu ada sekitar 200 orang yang siap siaga. Kalau nanti ada unsur kriminalnya, pasti kita teliti," ujarnya.
Terkait kebakaran di TNGC, Wawan menjelaskan kebakaran yang terjadi sekarang ini merupakan siklus empat tahun yang selalu terjadi di daerah tersebut. "Kebakaran sekarang sudah terjadi sejak seminggu yang lalu," paparnya.
Sebelumnya, Gubernur Jabar, Danny Setiawan menjelaskan pihaknya sudah meminta kepada bupati/walikota yang mempunyai hutan di wilayahnya untuk lebih waspada menghadapi bahaya kebakaran.
"Bahkan dari Departemen Kehutanan juga membantu fasilitas pemadaman api. Kami juga siap memberikan bantuan dalam hal dana jika memang kabupaten/kota yang mengalami kebakaran itu kesulitan. Tentunya kita akan bantu secara sharing," papar Danny. [153]